Akurat

Bahaya Konsumsi Alkohol pada Remaja: Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya

Yusuf | 2 November 2025, 22:32 WIB
Bahaya Konsumsi Alkohol pada Remaja: Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya

AKURAT.CO Kebiasaan minum alkohol di kalangan remaja kini menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan. 

Banyak anak muda tergoda mencoba minuman beralkohol karena rasa ingin tahu, tekanan lingkungan, hingga anggapan bahwa perilaku tersebut membuat mereka terlihat lebih dewasa.

Padahal, konsumsi alkohol di usia dini dapat berdampak serius pada kesehatan fisik, mental, hingga perilaku.

Untuk memahami masalah ini secara menyeluruh, berikut penyebab, risiko, dan upaya pencegahannya.

Mengapa Remaja Tergoda Mengonsumsi Alkohol?

1. Tekanan Teman Sebaya

Faktor paling dominan adalah dorongan dari teman sebaya. Remaja ingin diterima dalam kelompoknya dan takut dianggap tidak gaul jika menolak. Akhirnya, banyak yang minum alkohol hanya demi pengakuan sosial.

2. Rasa Ingin Tahu dan Eksperimen

Masa remaja identik dengan eksplorasi. Mereka penasaran ingin merasakan efek mabuk atau mengetahui pengalaman yang sering dilakukan orang dewasa. Meski awalnya “sekadar coba-coba”, kebiasaan ini dapat berkembang menjadi rutinitas yang sulit dihentikan.

3. Pelarian dari Masalah Emosional

Sebagian remaja menjadikan alkohol sebagai pelarian dari stres, kecemasan, kesepian, atau tekanan akademik. Alkohol memang dapat memberikan sensasi rileks sementara, namun tidak menyelesaikan masalah dan justru berisiko memicu ketergantungan emosional.

4. Ingin Terlihat Dewasa

Banyak remaja percaya bahwa minum alkohol adalah simbol kedewasaan dan kebebasan. Anggapan keliru ini diperkuat oleh film, media sosial, dan budaya populer yang memosisikan alkohol sebagai bagian dari gaya hidup modern.

Baca Juga: Tips Diet Tanpa Gula dengan Cara Mudah untuk Pemula

5. Pengaruh Lingkungan dan Kemudahan Akses

Jika lingkungan keluarga atau sosial sering mengonsumsi alkohol, remaja lebih mudah terpengaruh. Akses yang mudah—baik dari teman, kerabat, maupun tempat hiburan—juga meningkatkan peluang mereka untuk mencoba.

6. Mencari Sensasi dan Tantangan

Ada pula remaja yang minum alkohol untuk mencari pengalaman baru atau sensasi. Efek euforia setelah minum membuat mereka ingin mengulanginya, sehingga meningkatkan risiko perilaku impulsif dan tidak terkontrol.

Dampak Konsumsi Alkohol bagi Remaja

Mengonsumsi alkohol pada usia muda dapat menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.

1. Ketergantungan dan Kecanduan

Otak remaja masih berkembang dan lebih rentan terhadap adiksi. Kebiasaan minum di usia dini meningkatkan risiko ketergantungan alkohol dan membuat remaja sulit berhenti saat dewasa.

2. Perubahan Sikap dan Penurunan Moral

Alkohol memengaruhi kemampuan berpikir dan kontrol diri. Remaja menjadi lebih impulsif, mudah berbohong, sulit bertanggung jawab, dan rentan mengambil keputusan buruk. Hal ini dapat merusak hubungan dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekolah.

3. Kerusakan Organ dan Gangguan Kesehatan

Kerusakan Otak:

Alkohol mengganggu fungsi sistem saraf pusat. Dampaknya mencakup sulit konsentrasi, penurunan daya ingat, dan jika terus berlangsung, dapat merusak fungsi kognitif secara permanen.

Gangguan Hati:

Konsumsi alkohol memaksa hati bekerja ekstra hingga memicu penyakit seperti perlemakan hati (fatty liver) dan sirosis.

Masalah Pencernaan dan Saraf:

Alkohol dapat merusak saraf, menyebabkan gangguan keseimbangan, iritasi lambung, mual, hingga nyeri perut.

Baca Juga: 6 Cara Efektif Agar Anak Tak Kecanduan Makanan Manis

Jenis Minuman Beralkohol yang Sering Dikonsumsi Remaja

Memahami kadar alkohol dapat membantu menyadari risikonya:

Jenis Minuman Kadar Alkohol Keterangan Singkat
Bir 2–8% Umum dikonsumsi, tetap berisiko adiktif
Sake ±16% Fermentasi beras, alkohol sedang
Vodka ±40% Alkohol tinggi, efek cepat terasa
Wiski 40–50% Sangat kuat, berisiko tinggi

Apa pun kadarnya, alkohol tetap bersifat psikoaktif dan dapat memengaruhi kesadaran serta perilaku.

Mengapa Alkohol Sangat Berbahaya bagi Remaja?

Etanol dalam alkohol dapat mengubah cara kerja otak, menurunkan kemampuan berpikir, mengganggu kontrol emosi, dan melemahkan pengambilan keputusan. Pada remaja, efek ini lebih berbahaya karena otak masih dalam tahap perkembangan.

Konsumsi alkohol juga berdampak buruk pada:

• Prestasi akademik
• Kesehatan mental
• Pergaulan dan perilaku sosial
• Risiko kecelakaan, kekerasan, dan tindakan berisiko

Cara Mencegah Remaja Terjerumus Konsumsi Alkohol

Pencegahan terbaik dimulai dari lingkungan terdekat: keluarga, sekolah, dan masyarakat.

• Bangun komunikasi yang terbuka tentang bahaya alkohol
• Berikan edukasi sejak dini mengenai dampak fisik dan mental
• Ciptakan lingkungan positif agar remaja tidak mencari pelarian pada alkohol
• Dampingi aktivitas dan pergaulan remaja tanpa mengekang kepercayaan
• Jadikan keluarga sebagai ruang aman bagi anak untuk bercerita

Remaja sangat rentan mencoba alkohol karena kombinasi pengaruh internal—seperti rasa ingin tahu dan masalah emosional—serta faktor eksternal seperti tekanan teman sebaya dan lingkungan sosial.

Namun, dampaknya tidak boleh disepelekan: mulai dari ketergantungan, kerusakan organ, hingga perubahan perilaku dan menurunnya prestasi.

Peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting untuk memberikan edukasi, dukungan emosional, dan pengawasan yang bijak agar remaja terhindar dari bahaya alkohol dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Baca Juga: Antusiasme Warga Membludak, Pemprov Jakarta Tambah Layanan Pendaftaran Kartu Transportasi Gratis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
Herry Supriyatna