Terapi yang Membantu Pecandu Narkoba Menang Melawan Ketergantungan

AKURAT.CO Pulih dari kecanduan narkoba bukan sekadar berhenti menggunakan zat terlarang. Prosesnya panjang, kompleks, dan sering kali melibatkan perjuangan fisik serta mental yang luar biasa.
Banyak mantan pengguna narkoba yang mengalami kambuh karena tidak menjalani terapi lanjutan secara konsisten.
Padahal, terapi menjadi kunci penting untuk menata kembali kehidupan, mengembalikan kontrol diri, dan memperbaiki kerusakan mental akibat zat adiktif.
Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), rehabilitasi bukan hanya pengobatan medis, tetapi juga proses sosial dan psikologis agar seseorang dapat kembali menjalani hidup normal tanpa ketergantungan.
Lantas, apa saja jenis terapi yang bisa membantu seseorang lepas dari jerat narkoba?
1. Terapi Detoksifikasi
Setiap proses pemulihan biasanya dimulai dengan detoksifikasi, yaitu membersihkan tubuh dari sisa-sisa zat berbahaya yang menumpuk akibat penggunaan narkoba.
Pada tahap ini, pasien akan diawasi oleh tenaga medis untuk mengatasi gejala putus zat (withdrawal) seperti mual, gelisah, dan gangguan tidur. Proses ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga minggu, tergantung tingkat ketergantungan.
2. Terapi Perilaku Kognitif (Cognitive Behavioral Therapy/CBT)
CBT adalah terapi yang berfokus pada mengubah pola pikir dan perilaku destruktif. Pecandu akan belajar mengenali situasi, emosi, atau kebiasaan yang memicu keinginan menggunakan narkoba.
Melalui sesi konseling intensif, terapis membantu pasien menemukan strategi baru untuk mengendalikan stres dan menghindari pemicu kambuh.
Studi dari National Institute on Drug Abuse (NIDA) menunjukkan bahwa terapi CBT secara signifikan meningkatkan tingkat keberhasilan pemulihan, terutama bila dikombinasikan dengan dukungan sosial dan pengobatan medis.
3. Terapi Motivasi dan Konseling Individu
Kecanduan sering kali muncul karena rasa putus asa, tekanan sosial, atau trauma masa lalu. Dalam terapi motivasi, terapis membantu pasien menemukan alasan pribadi untuk berubah.
Sesi ini bersifat reflektif di mana pasien diajak memahami dampak negatif narkoba terhadap diri dan keluarganya, serta menumbuhkan komitmen untuk sembuh.
4. Terapi Keluarga dan Kelompok Dukungan
Pulih dari kecanduan tidak bisa dilakukan sendirian. Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting keberhasilan rehabilitasi.
Dalam terapi keluarga, seluruh anggota diajak memahami pola komunikasi yang sehat, cara menghadapi konflik, dan bagaimana menciptakan lingkungan yang bebas dari stigma.
Sementara itu, terapi kelompok (support group) memungkinkan para mantan pengguna saling berbagi pengalaman dan saling menguatkan.
Program seperti Narcotics Anonymous (NA) atau 12-Step Program terbukti efektif dalam mencegah kambuh karena menghadirkan komunitas yang memahami perjuangan satu sama lain.
5. Terapi dengan Obat-obatan Pendukung
Dalam beberapa kasus, dokter juga meresepkan obat untuk membantu menstabilkan kondisi fisik dan mental pasien. Misalnya:
• Metadon dan buprenorfin untuk mengurangi keinginan menggunakan opioid.
• Naltrexone untuk memblokir efek euforia dari narkoba.
• Bupropion atau varenicline untuk membantu mengatasi kecanduan nikotin.
Obat-obatan ini tidak digunakan secara tunggal, melainkan sebagai bagian dari program terapi menyeluruh.
6. Terapi Berbasis Spiritualitas dan Mindfulness
Banyak pusat rehabilitasi kini mulai menggabungkan pendekatan spiritual dan mindfulness (kesadaran penuh). Meditasi, doa, dan refleksi diri membantu pasien menenangkan pikiran serta meningkatkan kesadaran terhadap diri sendiri.
Bagaimana jika Ingin Rehabilitasi Mandiri di Rumah?
Bagi mereka yang belum siap masuk ke panti rehabilitasi, rehabilitasi mandiri bisa menjadi langkah awal, tetapi harus dilakukan dengan bimbingan tenaga profesional.
Langkah yang bisa dilakukan antara lain:
1. Konsultasi dengan psikolog atau dokter spesialis adiksi.
2. Membuat jadwal harian yang sehat dan terstruktur.
3. Menghindari lingkungan atau teman yang berisiko memicu kambuh.
4. Meminta dukungan keluarga atau teman terdekat untuk memantau perkembangan.
Meski demikian, rehabilitasi mandiri sebaiknya hanya dilakukan pada tahap ringan. Untuk kasus berat, tetap diperlukan pengawasan medis dan psikologis secara langsung.
Setiap individu memiliki perjalanan pemulihan yang unik. Tidak ada satu terapi yang cocok untuk semua orang.
Pemulihan dari kecanduan narkoba bukan akhir dari cerita, melainkan awal dari kehidupan baru yang lebih sehat dan bermakna.
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









