Waspada Kasus Cesium 137: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan Efektif

AKURAT.CO Kasus kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) baru-baru ini terjadi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.
Paparan zat berbahaya ini menimbulkan risiko kesehatan serius pada manusia dan lingkungan sekitar.
Penting bagi masyarakat untuk memahami gejala, penyebab, serta langkah pengobatan dan penanganan yang tepat untuk meminimalkan dampak dari radiasi ini.
Gejala Cesium-137
Paparan radiasi Cesium-137 dapat menyebabkan berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, kelelahan, kerontokan rambut, luka pada kulit, dan penurunan fungsi organ tubuh.
Pada paparan tingkat tinggi, dapat terjadi kerusakan jaringan yang serius hingga kematian.
Gejala awal biasanya muncul dalam beberapa jam hingga hari setelah kontak dengan sumber radiasi.
Baca Juga: Link Live Streaming Manchaster United vs Sunderland, Nonton Liga Inggris Malam Ini!
Penyebab Kasus Kontaminasi Cesium-137 di Cikande
Kasus ini bermula dari ditemukannya material slag hasil peleburan yang mengandung zat radioaktif Cesium-137 di kawasan industri Cikande.
Penimbunan material ini tanpa pengelolaan yang tepat menyebabkan radiasi menyebar ke lingkungan sekitar.
Faktor lain seperti lemahnya pengawasan dan prosedur keamanan juga berkontribusi terhadap kontaminasi ini.
Baca Juga: Dorong Mobilitas Jabar, Kemenhub Fokus Kembangkan Transportasi Terpadu
Cara Pengobatan dan Penanganan
Penanganan paparan Cesium-137 harus dilakukan secara cepat dan terukur.
Pendekatan medis meliputi pemberian terapi dekontaminasi, seperti pengeluaran zat radioaktif dari tubuh menggunakan metode khelasi, serta perawatan suportif untuk mengatasi gejala.
Di sisi lingkungan, dekontaminasi material berbahaya dan pembatasan akses di kawasan terkontaminasi dilakukan untuk mencegah paparan lanjutan.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan status kejadian khusus dan membentuk Satgas Penanganan Cesium-137 untuk melakukan pengawasan ketat dan mitigasi risiko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








