Apa Itu Hipotermia? Kenali Gejalanya, Penyebab, dan Penanganan Pertama

AKURAT.CO Hipotermia adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35°C (95°F).
Suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,5°C hingga 37,3°C. Penurunan suhu tubuh yang ekstrem ini dapat menyebabkan jantung, sistem saraf, dan organ vital lainnya gagal berfungsi secara optimal.
Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat berakibat fatal seperti henti jantung, gangguan sistem pernapasan, bahkan kematian.
Gejala Hipotermia Berdasarkan Tingkat Keparahan
Gejala hipotermia bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada seberapa jauh suhu tubuh menurun.
Pada awalnya, tubuh akan menggigil sebagai respons otomatis untuk menghasilkan panas. Namun, jika paparan dingin berlanjut, gejala lain akan muncul.
1. Hipotermia Ringan
Hipotermia ringan terjadi ketika suhu tubuh berada di kisaran 32°C–35°C (34°C–36°C menurut sumber lain). Gejala yang mungkin timbul antara lain:
- Kulit terasa dingin dan pucat.
- Respons menurun atau reaksi tubuh yang lambat.
- Menggigil terus-menerus.
- Denyut nadi melemah atau jantung berdebar cepat (takikardia).
- Napas cepat (takipnea).
- Mati rasa pada tangan dan kaki.
- Mengantuk.
- Berbicara melantur.
2. Hipotermia Sedang
Pada hipotermia sedang, suhu tubuh berkisar antara 28°C–32°C (30°C–34°C menurut sumber lain). Gejalanya lebih parah dan mencakup:
- Berhenti menggigil.
- Napas melambat.
- Denyut jantung melambat (bradikardia).
- Tekanan darah menurun.
- Penurunan kesadaran atau kebingungan.
- Kulit tampak kebiruan (sianosis).
- Inkontinensia urine.
- Kesulitan bicara atau bicara tidak jelas.
- Pupil melebar.
- Kaku otot.
3. Hipotermia Berat
Hipotermia berat terjadi jika suhu tubuh mencapai 28°C atau lebih rendah. Ini adalah kondisi yang sangat kritis dengan gejala sebagai berikut:
- Tidak memberi respons atau kehilangan kesadaran.
- Bradikardia makin parah atau detak jantung sangat lambat dan tidak teratur hingga berhenti.
- Pernapasan dan denyut nadi sangat lemah atau tidak teraba.
- Henti jantung.
- Kaku otot yang parah.
- Pupil mata tidak merespons cahaya.
- Penumpukan cairan di paru-paru.
- Koma.
Penyebab Hipotermia
Hipotermia terjadi ketika panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang hilang.
Paparan suhu udara atau air dingin yang ekstrem tanpa perlindungan yang memadai adalah penyebab utamanya. Beberapa kondisi yang dapat memicu hipotermia meliputi:
- Berada di tempat dingin dalam waktu yang lama.
- Mengenakan pakaian yang kurang tebal atau tidak sesuai cuaca dingin.
- Terlalu lama mengenakan pakaian basah dan tidak segera menggantinya.
- Berada di dalam air terlalu lama, misalnya akibat kecelakaan kapal atau tenggelam.
- Menyalakan AC dengan suhu terlalu dingin.
- Melakukan aktivitas fisik berat saat suhu dingin, karena keringat dapat membasahi pakaian dan menurunkan suhu tubuh.
Penanganan Pertama Hipotermia
Hipotermia adalah kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Segera cari pertolongan medis ke rumah sakit terdekat jika Anda mengalami atau melihat seseorang dengan gejala hipotermia.
Sambil menunggu bantuan medis tiba, beberapa tindakan awal dapat dilakukan untuk membantu menormalkan suhu tubuh penderita:
- Periksa denyut nadi dan pernapasan. Jika berhenti, segera lakukan resusitasi jantung paru (CPR).
- Pindahkan penderita ke tempat yang lebih kering dan hangat secara hati-hati. Gerakan berlebihan dapat memicu henti jantung.
- Ganti pakaian basah dengan pakaian kering. Jika perlu, potong pakaian untuk membatasi gerakan.
- Tutupi tubuh penderita dengan selimut tebal, mantel, atau kantong tidur untuk menghangatkan. Tutupi kepala, biarkan hanya wajah yang terbuka.
- Berikan minuman hangat dan manis tanpa kafein atau alkohol jika penderita sadar dan mampu menelan. Jangan berikan makanan atau minuman pada penderita yang tidak sadarkan diri.
- Berikan kompres hangat dan kering pada leher, dada, dan selangkangan. Hindari meletakkan kompres di lengan atau tungkai karena dapat menyebabkan darah dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru, dan otak.
- Hindari penggunaan air panas, bantal pemanas, lampu pemanas, atau paparan panas langsung lainnya. Panas yang berlebihan dapat merusak kulit atau menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.
Itulah penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, dan pertolongan pertama hipotermia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





