Akurat

Kenapa Rambut Rontok Parah? Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Idham Nur Indrajaya | 29 Agustus 2025, 23:55 WIB
Kenapa Rambut Rontok Parah? Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

 

AKURAT.CO Rambut rontok atau alopecia merupakan kondisi medis yang bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Banyak orang mengira kerontokan hanya menyerang rambut di kepala, padahal sebenarnya bulu di bagian tubuh lain juga bisa mengalami hal yang sama. Masalah ini bisa berlangsung sementara, tapi ada pula yang berujung permanen hingga menyebabkan kebotakan.

Normalnya, seseorang kehilangan sekitar 50–100 helai rambut per hari. Selama rambut baru terus tumbuh untuk menggantikan rambut lama, kondisi ini tidak akan terlihat mencolok. Namun, bila siklus pertumbuhan terganggu atau folikel rambut mengalami kerusakan, kerontokan bisa semakin parah dan memicu kebotakan.

Lalu, kenapa rambut bisa rontok berlebihan? Apa saja faktor risikonya, dan bagaimana cara mengatasinya? Mari bahas lebih lengkap.


Penyebab Rambut Rontok yang Perlu Kamu Tahu

Kerontokan rambut tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang bisa memicunya, mulai dari keturunan hingga gaya hidup sehari-hari. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Faktor Keturunan

Penyebab paling umum adalah faktor genetik. Kondisi ini dikenal sebagai alopecia androgenik atau kebotakan pola pria dan wanita. Biasanya terjadi seiring bertambahnya usia, ditandai dengan garis rambut yang surut atau penipisan di bagian ubun-ubun.

2. Perubahan Hormon dan Kondisi Medis

Perubahan hormon akibat kehamilan, melahirkan, menopause, hingga gangguan tiroid sering memicu kerontokan rambut. Selain itu, penyakit seperti alopecia areata (gangguan autoimun), infeksi kulit kepala seperti kurap, hingga kebiasaan mencabut rambut (trikotilomania) juga bisa menjadi penyebab.

3. Efek Samping Obat dan Terapi

Beberapa jenis obat seperti untuk kanker, tekanan darah tinggi, depresi, arthritis, hingga asam urat dapat menimbulkan efek samping berupa rambut rontok. Begitu juga dengan terapi radiasi pada kepala, yang bisa menyebabkan rambut sulit tumbuh kembali.

4. Trauma Fisik atau Emosional

Stres berat, baik secara fisik maupun emosional, bisa memicu kerontokan yang sifatnya sementara. Kondisi ini sering muncul setelah sakit parah, operasi, atau tekanan psikologis.

5. Gaya Rambut dan Perawatan yang Berlebihan

Mengikat rambut terlalu kencang, mengepang, atau sering menggunakan alat panas seperti catokan bisa menimbulkan traction alopecia. Jika berlangsung lama hingga menimbulkan jaringan parut, kerontokan bisa bersifat permanen.


Faktor Risiko Rambut Rontok

Tidak semua orang mengalami kerontokan parah. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat risiko semakin tinggi, di antaranya:

  • Riwayat keluarga dengan kebotakan.

  • Penggunaan obat atau suplemen tertentu.

  • Usia yang semakin bertambah.

  • Stres berkepanjangan.

  • Penurunan berat badan drastis.

  • Kondisi medis seperti diabetes atau lupus.

  • Kekurangan gizi, terutama zat besi.

  • Perawatan rambut dengan produk yang tidak sesuai kulit kepala.


Gejala Rambut Rontok

Kerontokan bisa muncul secara perlahan atau mendadak, tergantung penyebabnya. Gejala yang biasanya terjadi antara lain:

  • Penipisan rambut bertahap di bagian atas kepala.

  • Pitak melingkar atau berupa plak pada kulit kepala.

  • Rambut rontok tiba-tiba dalam jumlah banyak.

  • Kerontokan seluruh tubuh akibat pengobatan seperti kemoterapi.

  • Kulit kepala gatal, bersisik, atau berkerak karena infeksi jamur.

Jika rambut rontok lebih dari 100 helai per hari, kamu perlu waspada karena bisa menjadi tanda telogen effluvium, kondisi medis yang membuat rambut menipis secara menyeluruh.


Diagnosis dan Cara Dokter Menentukan Penyebab

Untuk mengetahui penyebab pasti, dokter biasanya melakukan pemeriksaan berupa:

  • Pull test, menarik beberapa helai rambut untuk melihat jumlah yang tercabut.

  • Biopsi kulit kepala, guna menilai kondisi folikel rambut.

  • Mikroskop cahaya, untuk memeriksa struktur rambut dan kulit kepala.

  • Tes darah, jika ada dugaan penyakit tertentu seperti anemia atau gangguan tiroid.


Cara Mengatasi Rambut Rontok

Penanganan rambut rontok bisa berbeda-beda tergantung penyebabnya. Beberapa cara yang sering direkomendasikan antara lain:

  1. Obat-obatan – seperti minoxidil (cairan, foam, atau sampo), finasteride untuk pria, dan spironolactone untuk wanita.

  2. Suplemen – vitamin D, zat besi, biotin, serta vitamin B kompleks sering diberikan untuk mendukung pertumbuhan rambut.

  3. Transplantasi rambut – prosedur medis dengan memindahkan rambut dari area padat ke bagian botak.

  4. Terapi laser – menggunakan perangkat dengan sinar laser intensitas rendah untuk merangsang folikel rambut.

  5. Menghentikan obat pemicu – bila kerontokan disebabkan obat tertentu, dokter bisa menggantinya dengan alternatif lain.


Rekomendasi Vitamin dan Produk untuk Rambut Rontok

Beberapa produk yang sering direkomendasikan dokter kulit antara lain:

  • Eminox 2% & 5% (minoxidil untuk stimulasi rambut).

  • Sanbe-Hair 60 ml (kombinasi minoxidil dan finasteride).

  • Regrou Forte 5% Solution (untuk kebotakan pola pria/wanita).

  • Prove D3-5000 IU, Nutrimax Vitamin D3, Hi-D 1000 (suplemen vitamin D).

  • Maltofer, Inbion, Iberet Folic-500 (suplemen zat besi dan vitamin B kompleks).

Selain itu, penting juga memilih sampo sesuai kebutuhan rambut, terutama untuk rambut rontok dan tipis.


Pencegahan Rambut Rontok

Meski tidak semua kerontokan bisa dicegah, terutama jika dipengaruhi faktor genetik, kamu tetap bisa mengurangi risikonya dengan langkah berikut:

  • Hindari penggunaan produk kimia berlebihan.

  • Jangan terlalu sering catok, bleaching, atau blow dry.

  • Jangan mengikat rambut terlalu kencang.

  • Berhenti merokok dan kelola stres dengan baik.

  • Konsumsi makanan bergizi, kaya protein, zat besi, dan vitamin.

  • Lindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung.


Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter kulit jika:

  • Rambut rontok tiba-tiba dan tidak merata.

  • Kerontokan disertai rasa sakit, gatal, atau peradangan.

  • Rambut rontok setelah mengonsumsi obat tertentu.

  • Kondisi ini mengganggu kepercayaan diri dan kualitas hidup.


Kesimpulan

Rambut rontok adalah masalah umum yang bisa dialami siapa saja. Normalnya, kehilangan 50–100 helai rambut per hari masih dianggap wajar. Namun, jika jumlahnya berlebihan, apalagi diiringi pertumbuhan rambut yang melambat, kondisi ini bisa memicu kebotakan permanen.

Mengetahui penyebab dan faktor risikonya adalah langkah penting agar kamu bisa menentukan penanganan yang tepat. Perawatan bisa dilakukan melalui obat, vitamin, perawatan medis, hingga perubahan gaya hidup. Jika kerontokan sudah parah, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter spesialis kulit agar mendapat solusi terbaik.

Baca Juga: 7 Cara Tercepat Menumbuhkan Rambut Botak Secara Alami, Terbukti Ilmiah!

Baca Juga: Panduan Memilih Klinik Transplantasi Rambut: Jangan Tergiur Harga Murah, Utamakan Kualitas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.