Akurat

Apa Itu Kemoterapi? Manfaat, Efek Samping, dan Alternatif Pengobatan Kanker

Idham Nur Indrajaya | 26 Agustus 2025, 14:57 WIB
Apa Itu Kemoterapi? Manfaat, Efek Samping, dan Alternatif Pengobatan Kanker

 

AKURAT.CO Ketika seseorang didiagnosis kanker, salah satu istilah medis yang paling sering muncul adalah kemoterapi. Banyak orang mengenalnya sebagai pengobatan dengan obat-obatan yang bisa membuat rambut rontok dan tubuh lemah. Namun, sebenarnya apa itu kemoterapi, bagaimana cara kerjanya, apa manfaatnya, serta apa saja risiko dan alternatifnya?

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami mengenai kemoterapi berdasarkan sumber medis terpercaya seperti American Cancer Society, Mayo Clinic, dan Cleveland Clinic, sehingga kamu bisa mendapatkan gambaran jelas sebelum mengambil keputusan atau sekadar menambah wawasan.


Apa Itu Kemoterapi?

Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan kuat untuk menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan sel yang membelah dengan cepat. Karena sel kanker tumbuh lebih cepat dibandingkan sel normal, obat kemoterapi menargetkan mereka secara efektif.

Pengobatan ini biasanya diberikan melalui infus, suntikan, atau obat oral. Ada juga bentuk salep khusus untuk kanker kulit. Cara pemberian dan jenis obat yang digunakan akan sangat bergantung pada jenis kanker, stadium, serta kondisi kesehatan pasien.

Secara umum, tujuan kemoterapi terbagi menjadi beberapa kategori:

  • Kuratif: Menghancurkan semua sel kanker hingga pasien dinyatakan sembuh.

  • Neoadjuvant: Dilakukan sebelum operasi atau radioterapi untuk mengecilkan ukuran tumor.

  • Adjuvant: Dilakukan setelah operasi atau radiasi untuk membunuh sisa sel kanker yang mungkin tertinggal.

  • Paliatif: Fokus pada meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kanker stadium lanjut.


Manfaat Kemoterapi

Banyak orang yang takut mendengar kata "kemoterapi", padahal metode ini punya manfaat besar dalam penanganan kanker. Beberapa manfaat utamanya antara lain:

Kemoterapi bisa mengecilkan ukuran tumor, sehingga operasi menjadi lebih mudah dilakukan. Terapi ini juga membantu mencegah sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain. Pada beberapa kasus, kemoterapi bahkan menjadi jalan utama untuk mencapai remisi penuh, terutama jika kanker ditemukan sejak dini.

Selain itu, meskipun tidak selalu bisa menyembuhkan, kemoterapi dapat mengurangi gejala yang menyakitkan akibat pertumbuhan kanker. Misalnya, rasa nyeri karena tekanan tumor pada saraf atau organ dapat berkurang setelah menjalani beberapa siklus kemoterapi.


Efek Samping Kemoterapi

Meski bermanfaat, kemoterapi juga punya efek samping karena obat tidak hanya menyerang sel kanker, tetapi juga sel sehat yang membelah cepat, seperti sel rambut, darah, dan lapisan mulut atau usus.

Efek samping jangka pendek yang umum meliputi:

  • Rambut rontok

  • Mual dan muntah

  • Kelelahan ekstrem (fatigue)

  • Sariawan atau luka di mulut

  • Diare atau sembelit

  • Nafsu makan berkurang

  • Mudah memar atau berdarah karena penurunan trombosit

Selain itu, ada juga risiko jangka panjang yang jarang terjadi namun penting diwaspadai, seperti gangguan jantung, infertilitas, gangguan saraf (neuropati), hingga munculnya kanker baru di masa depan.

Kabar baiknya, tidak semua pasien mengalami efek samping berat. Banyak efek ini bersifat sementara dan bisa dikendalikan dengan obat tambahan atau perubahan pola makan yang disarankan oleh dokter.


Alternatif Pengobatan Kanker Selain Kemoterapi

Kemoterapi bukan satu-satunya pilihan. Saat ini, dunia medis menawarkan berbagai metode lain yang bisa berdiri sendiri atau digabungkan dengan kemoterapi. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Operasi – Mengangkat tumor secara langsung dari tubuh.

  2. Radioterapi – Menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker.

  3. Terapi hormon – Cocok untuk kanker yang dipicu hormon, seperti kanker payudara atau prostat.

  4. Imunoterapi – Membantu sistem imun tubuh mengenali dan menyerang sel kanker.

  5. Targeted therapy – Menyerang protein atau gen tertentu yang memicu pertumbuhan kanker.

  6. Transplantasi sel punca (stem cell) – Mengganti sel darah yang rusak dengan yang sehat.

Selain itu, ada juga pendekatan terapi integratif untuk membantu mengurangi efek samping dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Misalnya, akupunktur untuk meredakan mual, yoga untuk mengurangi stres, hingga terapi musik untuk membantu pasien lebih rileks.


Jadi, Perlukah Takut dengan Kemoterapi?

Kekhawatiran terhadap kemoterapi memang wajar. Rambut rontok, tubuh lemah, hingga risiko komplikasi seringkali jadi momok. Namun, penting dipahami bahwa kemoterapi adalah salah satu senjata paling efektif melawan kanker yang terbukti menyelamatkan banyak nyawa.

Kunci utamanya adalah berkonsultasi dengan dokter onkologi untuk mengetahui opsi terbaik sesuai jenis kanker dan kondisi kesehatan pasien. Bagi sebagian orang, kemoterapi mungkin menjadi jalan menuju kesembuhan, sementara bagi yang lain bisa berperan penting untuk memperpanjang hidup dengan kualitas yang tetap baik.


Penutup

Kemoterapi adalah bagian penting dari pengobatan kanker yang memiliki manfaat besar, meski tidak lepas dari risiko efek samping. Kabar baiknya, dunia medis kini menyediakan alternatif pengobatan kanker seperti imunoterapi, terapi target, hingga metode integratif yang bisa dipadukan untuk hasil optimal.

Kalau kamu atau orang terdekat tengah menghadapi pilihan terapi kanker, jangan ragu untuk mencari informasi dari sumber terpercaya dan diskusikan dengan dokter.

Baca Juga: Kondisi Terkini Ibu Lady Nayoan, Berjuang Lawan Kanker

Baca Juga: Sunway Medical Centre Penang Resmikan Pusat Kanker Terbaru sebagai Rujukan Utama di Wilayah Utara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.