Akurat

Viral Kasus Raya Balita Sukabumi, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Jadi Penyebab Anak Terinfeksi Cacing!

Titania Isnaenin | 20 Agustus 2025, 21:54 WIB
Viral Kasus Raya Balita Sukabumi, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Jadi Penyebab Anak Terinfeksi Cacing!

AKURAT.CO Kasus tragis meninggalnya Raya, balita berusia tiga tahun asal Sukabumi, Jawa Barat, karena infeksi cacing yang memenuhi tubuhnya telah menarik perhatian luas masyarakat dan menjadi viral di media sosial.

Kondisi memilukan Raya dengan cacing yang keluar dari hidung hingga anusnya  menunjukkan betapa berbahayanya infeksi cacing jika tidak ditangani dengan serius.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk lebih memahami kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan anak terinfeksi cacing, serta langkah-langkah pencegahannya.​

 

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Jadi Penyebab Anak Terinfeksi Cacing

Infeksi cacing pada anak atau cacingan merupakan penyakit yang umum terjadi, terutama di negara-negara tropis dengan sanitasi yang belum memadai.

Cacing adalah parasit yang dapat masuk ke tubuh anak melalui berbagai cara, terutama dari kebiasaan sehari-hari yang kurang higienis.

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan orang tua.

1. Tidak Mencuci Tangan dengan Bersih

Salah satu penyebab utama cacingan adalah kebiasaan anak tidak mencuci tangan dengan bersih, terutama sebelum makan atau setelah buang air besar dan bermain di luar.

Telur cacing dapat menempel di tangan dan kuku anak, lalu masuk ke dalam tubuh saat anak makan atau menyentuh mulutnya.

2. Tidak Memakai Alas Kaki saat Bermain di Tanah

Anak-anak yang sering bermain di tanah tanpa menggunakan alas kaki berisiko tinggi terinfeksi cacing tambang.

Larva cacing ini dapat menembus kulit melalui telapak kaki yang bersentuhan langsung dengan tanah yang terkontaminasi.

Kasus Raya menunjukkan kebiasaan bermain di kolong rumah yang beralaskan tanah yang dapat menjadi sumber infeksi cacing.

3. Tidak Rutin Memotong Kuku

Kuku yang panjang dan tidak bersih dapat menjadi tempat bersembunyi bagi telur cacing. Anak-anak yang memiliki kebiasaan menggigit kuku atau mengemut jari akan mempermudah masuknya telur cacing ke dalam tubuh mereka.

4. Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Tidak Bersih

Makanan dan minuman yang tidak dicuci bersih atau dimasak dengan matang berisiko terkontaminasi telur cacing.

Contohnya, mengonsumsi daging mentah atau setengah matang dapat menyebabkan infeksi cacing pita.

5. Sanitasi Lingkungan yang Buruk

Lingkungan tempat tinggal yang tidak bersih, termasuk sanitasi yang tidak memadai, dapat meningkatkan risiko penyebaran telur cacing.

Buang air besar sembarangan atau menggunakan kotoran manusia sebagai pupuk juga dapat mencemari tanah dengan telur cacing.

Pencegahan Infeksi Cacing pada Anak

Mencegah infeksi cacing pada anak membutuhkan upaya komprehensif dari orang tua dan masyarakat. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang efektif.

1. Menjaga Kebersihan Diri

  • Cuci tangan secara rutin: Ajarkan anak untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah buang air besar, dan setelah bermain.
  • Potong kuku anak secara teratur: Pastikan kuku anak selalu pendek dan bersih.
  • Gunakan alas kaki: Biasakan anak memakai alas kaki saat bermain di luar rumah, terutama di area tanah.
  • Mandikan anak secara rutin: Pastikan anak mandi minimal dua kali sehari.

2. Menjaga Kebersihan Lingkungan dan Makanan

  • Bersihkan rumah dan mainan: Rutin membersihkan mainan anak, terutama yang sering dibawa keluar atau bersentuhan dengan tanah. Bersihkan juga lingkungan tempat tinggal anak secara rutin.
  • Cuci buah dan sayur: Pastikan buah dan sayur dicuci bersih dengan air mengalir sebelum dikonsumsi.
  • Masak makanan hingga matang: Pastikan daging dan makanan lainnya dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh parasit atau telur cacing.
  • Gunakan jamban sehat: Pastikan keluarga menggunakan jamban yang bersih dan sehat untuk buang air besar.

3. Pemberian Obat Cacing Secara Berkala

Pemerintah Indonesia memiliki program pemberian obat pencegahan massal (POPM) cacingan, dengan memberikan obat Albendazol gratis dua kali setahun kepada anak usia 1-12 tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan terapi pencegahan cacingan dengan dosis tunggal obat albendazole 400 mg atau mebendazole 500 mg setiap 6 bulan.

Kasus Raya adalah pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan anak sejak dini.

Dengan memahami penyebab dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, orang tua dapat melindungi anak-anak dari bahaya infeksi cacing yang dapat mengancam nyawa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.