Akurat

Kemenkes Buka Suara Soal Kasus Raya: Cacingan Masih Jadi Ancaman Nyata

Herry Supriyatna | 20 Agustus 2025, 19:19 WIB
Kemenkes Buka Suara Soal Kasus Raya: Cacingan Masih Jadi Ancaman Nyata

AKURAT.CO Tragedi balita bernama Raya di Sukabumi yang meninggal dengan tubuh dipenuhi cacing gelang memantik perhatian serius terhadap bahaya cacingan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya di daerah tropis seperti Indonesia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, cacingan bukan sekadar penyakit sepele. Infeksi cacing dapat mengganggu asupan makanan, pencernaan, penyerapan gizi, hingga metabolisme tubuh.

Dampaknya kumulatif, mulai dari kekurangan kalori dan protein, kehilangan darah, hingga berimbas pada tumbuh kembang fisik, kecerdasan, dan daya tahan tubuh anak.

“Cacingan erat kaitannya dengan perilaku hidup sehari-hari. Buang air besar sembarangan, tidak mencuci tangan sebelum makan, hingga bermain di tanah tanpa alas kaki adalah pintu masuk utama infeksi cacing,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Aji Muhawarman, Selasa (20/8/2025).

Dalam kasus Raya, kata Aji, jenis cacing yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides atau cacing gelang. Ukurannya relatif besar, bisa mencapai 35 cm, sehingga mudah dikenali dengan mata telanjang.

Baca Juga: Kronologi Kematian Raya, Balita Sukabumi yang Tubuhnya Dipenuhi Cacing hingga ke Otak

Jika telur infektif tertelan, larva akan berkembang di usus, menembus pembuluh darah, lalu terbawa ke jantung dan paru.

Kondisi ini bisa memicu pneumonia, ditandai batuk-pilek berkepanjangan, sesak napas, bahkan cacing keluar dari hidung pasien.

Upaya Pencegahan dan Penanganan

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjaga kebersihan diri dan lingkungan, antara lain:

  • Membiasakan cuci tangan pada lima waktu penting (setelah makan, setelah BAB, sebelum menyentuh makanan, sebelum menyusui, dan setelah beraktivitas).

  • Melakukan BAB di jamban, memakai alas kaki, serta rutin memotong kuku.

  • Mencuci buah dan sayuran hingga bersih serta memasak makanan dengan baik.

  • Menggunakan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagi yang sudah terinfeksi, obat cacing Albendazol tersedia gratis di puskesmas.

Pemerintah juga rutin membagikan obat cacing massal dua kali setahun bagi anak usia 1–12 tahun, bersamaan dengan program vitamin di posyandu maupun kegiatan UKS di sekolah.

Puskesmas Kabandungan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah melakukan sejumlah langkah pascakasus ini, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak bergizi kurang, Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) dengan Albendazol, hingga penyelidikan epidemiologi guna mencegah penularan lebih lanjut.

“Kasus Sukabumi ini menjadi pengingat penting bagi kita semua. Cacingan adalah penyakit yang bisa dicegah, asalkan perilaku hidup bersih dan sehat dijalankan dengan disiplin,” tegasnya.

Baca Juga: Komisi III DPR Cecar Ketua KPK Soal Mekanisme OTT, Minta Penangkapan Dilakukan Bersamaan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.