Akurat

Defisit Vitamin D dan Risiko Kanker, Apa Hubungan Keduanya?

Leo Farhan | 17 Juli 2025, 21:05 WIB
Defisit Vitamin D dan Risiko Kanker, Apa Hubungan Keduanya?

 

AKURAT.CO Kekurangan vitamin D bukan hanya berdampak pada kesehatan tulang, tetapi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah jenis kanker. Sejumlah studi ilmiah dalam dua dekade terakhir mengungkapkan bahwa defisiensi vitamin D dapat berperan dalam perkembangan kanker, termasuk kanker payudara, prostat, usus besar, hingga leukemia.

Vitamin D berperan penting dalam mengatur pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, serta mengendalikan peradangan. Dalam konteks kanker, vitamin ini diketahui memiliki efek antiproliferatif, yaitu mencegah sel-sel tumbuh dan membelah secara tidak terkendali, salah satu ciri utama dari kanker.

Menurut jurnal Cancer Causes & Control dan laporan National Cancer Institute (AS), kadar vitamin D yang rendah dalam darah telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal dan kanker payudara. Sebuah studi besar oleh Garland et al. juga menunjukkan bahwa individu dengan kadar vitamin D yang cukup memiliki kemungkinan 50% lebih rendah terkena kanker usus besar.

Meski demikian, para ahli masih berhati-hati dalam menarik kesimpulan sebab akibat secara langsung. Dr. JoAnn Manson, profesor kedokteran di Harvard Medical School, menyatakan bahwa hubungan antara vitamin D dan kanker bersifat kompleks, dan faktor-faktor lain seperti genetika, pola makan, paparan sinar matahari, serta gaya hidup juga berpengaruh.

Gejala Defisiensi dan Cara Pencegahan

Gejala kekurangan vitamin D antara lain kelelahan, nyeri tulang, otot lemah, dan penurunan imunitas. Untuk mengurangi risiko defisiensi, masyarakat disarankan untuk:

  • Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10–15 menit per hari
  • Mengonsumsi makanan tinggi vitamin D seperti ikan berlemak, kuning telur, atau makanan fortifikasi
  • Mempertimbangkan suplemen jika dibutuhkan, dengan pengawasan dokter

Walau bukan penyebab tunggal kanker, kekurangan vitamin D berpotensi memperbesar risiko. Oleh karena itu, menjaga kadar vitamin D dalam batas optimal menjadi bagian penting dari strategi pencegahan kanker secara menyeluruh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.