Akurat

Khasiat Jahe Merah untuk Rematik yang Luar Biasa, Temukan Manfaatnya!

Ikhwan Fajar Ramadhan | 6 Mei 2025, 09:35 WIB
Khasiat Jahe Merah untuk Rematik yang Luar Biasa, Temukan Manfaatnya!

 

AKURAT.CO, Jahe merah dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya adalah kemampuannya dalam meredakan gejala rematik. Jika kamu sering merasa nyeri atau kaku pada persendian, khasiat jahe merah untuk rematik bisa menjadi solusi alami yang efektif.

Pada artikel yang disadur dari pafihulusungaiselatankab.org ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana jahe merah dapat membantu mengatasi rematik berdasarkan berbagai penelitian ilmiah.

1. Apa Itu Jahe Merah dan Kandungan Utamanya

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu varietas jahe yang banyak tumbuh di Indonesia. Berbeda dengan jahe biasa, jahe merah memiliki warna yang lebih mencolok dan memiliki kandungan yang lebih kaya akan senyawa aktif. Beberapa kandungan utama dalam jahe merah antara lain gingerol, shogaol, dan zingeron, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Gingerol, senyawa utama dalam jahe merah, diketahui memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan yang sering menjadi penyebab utama rasa sakit pada penderita rematik. Jahe merah juga mengandung minyak atsiri yang memberikan efek relaksasi pada otot dan sendi. Oleh karena itu, mengkonsumsi jahe merah secara rutin bisa membantu meredakan nyeri sendi akibat rematik.

Baca Juga: Kenali Penyebab Sakit Kepala Tegang, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

2. Khasiat Jahe Merah untuk Rematik Berdasarkan Penelitian

Penelitian mengenai khasiat jahe merah untuk rematik terus berkembang. Salah satu studi yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah dapat mengurangi peradangan dan nyeri pada penderita rematik. Dalam penelitian tersebut, peserta yang mengkonsumsi jahe merah secara rutin mengalami penurunan tingkat peradangan pada sendi mereka. Bahkan, efek anti-inflamasi dari jahe merah diakui memiliki potensi yang setara dengan beberapa obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS).

Selain itu, sebuah penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga membuktikan bahwa jahe merah dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di sekitar area yang terkena rematik. Sirkulasi darah yang baik sangat penting untuk penyembuhan jaringan dan mengurangi peradangan yang menyebabkan nyeri. Hal ini menunjukkan bahwa jahe merah tidak hanya bermanfaat sebagai penghilang rasa sakit, tetapi juga berperan dalam proses pemulihan tubuh.

3. Cara Menggunakan Jahe Merah untuk Mengatasi Rematik

Jahe merah dapat digunakan dalam berbagai bentuk untuk mengatasi rematik. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan mengolahnya menjadi ramuan teh jahe merah. Kamu cukup mengambil beberapa ruas jahe merah, lalu mengirisnya tipis-tipis dan merebusnya dalam air panas selama beberapa menit. Minumlah teh jahe merah ini secara rutin setiap hari untuk merasakan manfaatnya.

Selain itu, kamu juga bisa membuat ramuan jahe merah dengan mencampurkannya dengan madu. Madu memiliki khasiat anti-inflamasi yang juga dapat mempercepat proses penyembuhan pada sendi yang meradang. Campuran jahe merah dan madu ini bisa diminum pagi atau malam hari, dan sangat baik untuk meredakan rasa sakit serta mengurangi peradangan akibat rematik.

Baca Juga: Kenali Penyebab Perut Kembung pada Anak, PAFI Beri Solusi Pengobatan

Tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk ramuan, jahe merah juga bisa dioleskan secara langsung pada area yang nyeri. Caranya, parut jahe merah hingga halus, lalu aplikasikan pada bagian tubuh yang terasa sakit. Jahe merah memiliki sifat pemanasan yang dapat meredakan kekakuan otot dan sendi, sekaligus meningkatkan aliran darah ke area yang bermasalah.

4. Mengapa Jahe Merah Efektif untuk Rematik?

Jahe merah bekerja efektif mengatasi rematik karena memiliki berbagai senyawa aktif yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit. Senyawa gingerol dalam jahe merah terbukti memiliki efek penghambat terhadap enzim COX-2, yang berperan dalam produksi prostaglandin, senyawa yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada tubuh. Selain itu, shogaol yang terkandung dalam jahe merah juga memiliki efek antioksidan yang membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas.

Proses ini menjadikan jahe merah sangat efektif dalam meredakan gejala rematik, yang biasanya ditandai dengan peradangan pada sendi dan rasa sakit yang hebat. Jahe merah bekerja dengan cara meredakan peradangan sekaligus mempercepat proses pemulihan jaringan yang rusak.

5. Dosis yang Tepat untuk Menggunakan Jahe Merah

Untuk mendapatkan manfaat jahe merah secara optimal, dosis yang tepat sangat penting. Meskipun jahe merah aman untuk dikonsumsi, kamu tetap harus memperhatikan jumlah konsumsi agar tidak menimbulkan efek samping. Secara umum, kamu bisa mengonsumsi 2 hingga 3 gram jahe merah per hari, yang setara dengan sekitar 1 ruas jahe merah besar. Jangan konsumsi dalam jumlah yang berlebihan, karena bisa menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan.

Baca Juga: Kenali Penyebab Demam Naik Turun pada Anak, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Jika kamu memilih untuk menggunakan ramuan jahe merah dalam bentuk teh atau minuman, cukup gunakan 1 hingga 2 ruas jahe merah yang dipotong tipis dan direbus dalam air selama 5 hingga 10 menit. Konsumsi ramuan ini sebanyak 1 hingga 2 kali sehari untuk hasil terbaik.

6. Jahe Merah Sebagai Alternatif Pengobatan Rematik

Jahe merah dapat menjadi alternatif alami yang aman untuk pengobatan rematik. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa penggunaan jahe merah sebagai terapi rematik sebaiknya tidak menggantikan pengobatan medis yang telah dianjurkan oleh dokter. Jika kamu mengalami gejala rematik yang parah, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional.

Penggunaan jahe merah juga dapat dikombinasikan dengan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, dan menghindari kebiasaan buruk yang dapat memperburuk kondisi rematik. Dengan pendekatan holistik, khasiat jahe merah akan lebih maksimal dalam membantu mengatasi rematik.

7. Potensi Pengembangan Jahe Merah dalam Pengobatan Rematik di Masa Depan

Di masa depan, jahe merah memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai obat alami untuk rematik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi dosis yang paling efektif dan cara pengolahan yang terbaik agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal. Dengan dukungan dari berbagai lembaga penelitian di Indonesia, khasiat jahe merah akan semakin diakui sebagai solusi alami yang aman dan efektif untuk pengobatan rematik.

Baca Juga: Kenali Penyebab Nyeri Ulu Hati pada Ibu Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan

Kesimpulan

Jahe merah memiliki berbagai khasiat yang sangat bermanfaat, terutama untuk meredakan gejala rematik. Dengan kandungan senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan zingeron, jahe merah dapat mengurangi peradangan, menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan sirkulasi darah. Penelitian dari universitas dan lembaga kesehatan di Indonesia juga mendukung efektivitas jahe merah dalam mengatasi rematik.

Untuk memanfaatkan khasiat jahe merah, kamu dapat mengonsumsinya dalam bentuk teh atau ramuan, atau bahkan mengoleskannya langsung pada area yang terasa nyeri. Dengan penggunaan yang tepat, jahe merah dapat menjadi solusi alami yang efektif untuk meredakan rematik. Namun, penting untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis jika gejala rematik yang kamu alami tergolong parah.

Dengan potensi yang dimiliki jahe merah, pengobatan rematik secara alami semakin terbuka lebar. Namun, pengobatan medis tetap penting untuk memastikan penyembuhan yang optimal. Jika kamu ingin mencoba khasiat jahe merah untuk meredakan rematik, pastikan untuk menggunakannya secara bijak dan mengikuti dosis yang disarankan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.