Kenali Penyebab Ambeien pada Anak, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

AKURAT.CO, Berbicara tentang gangguan kesehatan pada anak, salah satunya adalah ambeien atau wasir. Ambeien atau wasir terjadi karena adanya pembengkakan pembuluh darah yang mirip dengan varises di anus dan rektum bawah.
Tidak mengherankan, kondisi peradangan ini sering menyebabkan nyeri yang tidak nyaman. Anak yang suka mengejan terlalu keras saat buang besar, serta duduk terlalu lama dapat memperburuk kondisi. Hal ini dapat mengganggu aktivitas anak, sehingga membutuhkan pengobatan dengan segera.
PAFI dengan alamat website pafikabupatenkepulauanmeranti.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang farmasi melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, seminar, workshop, dan sertifikasi profesi.
Tujuannya adalah agar setiap ahli farmasi memiliki kompetensi yang memadai, profesional, dan mampu memberikan pelayanan farmasi yang berkualitas dan beretika.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab ambeien pada anak, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya ambeien pada anak?
Secara umum, ambeien, yang juga dikenal dengan istilah wasir atau hemoroid, adalah kondisi medis berupa pembengkakan atau peradangan pembuluh darah di ujung usus besar (rektum) dan anus. Pembuluh darah ini membesar akibat peningkatan tekanan di area tersebut, yang bisa terjadi karena berbagai faktor seperti mengejan terlalu keras saat buang air besar, sembelit kronis, hingga kebiasaan duduk terlalu lama. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya ambeien pada anak yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Adanya sembelit pada anak
Sembelit merupakan penyebab paling umum ambeien pada anak. Kondisi ini terjadi ketika anak mengalami kesulitan buang air besar karena feses yang keras dan kering. Penyebab sembelit pada anak biasanya seperti kurangnya konsumsi serat dalam makanan (sayur, buah, dan biji-bijian). Selain itu, ketika anak mengejan terlalu kuat untuk mengeluarkan feses keras, tekanan pada pembuluh darah di anus meningkat, sehingga pembuluh darah tersebut melebar dan membengkak, memicu ambeien.
2. Kebiasaan duduk atau berjongkok terlalu lama saat buang air besar
Anak-anak yang duduk terlalu lama di toilet atau berjongkok saat buang air besar mengalami peningkatan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Tekanan ini menyebabkan pembuluh darah melebar dan berisiko menjadi ambeien. Anak disarankan untuk tidak terlalu mengejan lebih keras saat buang air besar.
3. Adanya diare kronis atau berulang
Diare yang berlangsung lama atau sering terjadi menyebabkan iritasi pada mukosa anus dan rektum. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah di area tersebut menjadi meradang dan mudah membengkak. Selain itu, seringnya buang air besar juga meningkatkan risiko trauma mekanis pada pembuluh darah vena anus.
4. Pola makan yang kurang serat dan kurang minum air putih
Anak yang kurang mengonsumsi makanan berserat dan minum air putih cukup akan lebih mudah mengalami sembelit. Kurangnya serat dan cairan membuat feses keras dan sulit dikeluarkan sehingga anak mengejan lebih kuat, memicu pembengkakan pembuluh darah di anus.
5. Obesitas atau kelebihan berat badan
Anak yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas) dan kurang bergerak cenderung memiliki sirkulasi darah yang kurang lancar dan lebih rentan mengalami sembelit. Kondisi ini meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di rektum dan anus, sehingga memicu ambeien. Selain itu, obesitas juga meningkatkan tekanan intra-abdominal yang berkontribusi pada pembentukan wasir.
6. Stres dan perubahan emosi pada anak
Faktor terakhir yang menyebabkan ambeien pada anak adalah stres, kecemasan, atau tantrum pada anak. Hal ini dapat mempengaruhi fungsi pencernaan dan aliran darah di area panggul. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena di sekitar anus, sehingga berkontribusi pada terjadinya ambeien. Perubahan emosi juga dapat mengganggu kebiasaan buang air besar, misalnya menahan BAB karena rasa takut atau stres.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati ambeien pada anak?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama ambeien pada anak. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala ambeien pada anak serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Obat topikal
Obat topikal adalah obat oles khusus ambeien dapat membantu meredakan nyeri, gatal, dan peradangan. Namun, penggunaan obat ini harus sesuai anjuran apoteker, terutama untuk anak-anak. Salah satu obat salep yang dapat diresepkan seperti borraginol ointment. Salep ini mengandung bahan antiinflamasi dan analgesik yang efektif meredakan nyeri dan gatal. Cara penggunaannya adalah oleskan salep tipis-tipis pada area yang terkena ambeien, biasanya 2-3 kali sehari, terutama setelah buang air besar.
2. Obat oral
Obat oral biasanya mengandung flavonoid atau ekstrak herbal yang berfungsi mengurangi peradangan, memperkuat dinding pembuluh darah, dan memperbaiki sirkulasi darah di area anus. Obat oral tidak direkomendasikan untuk mengobati ambeien atau wasir pada anak. Beberapa jenis obat ini seperti ardium 500 mg, ambeven dan ambesir.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi ambeien pada anak adalah selalu menjaga kebersihan area anus dengan mencuci menggunakan air hangat setelah buang air besar. Kemudian, gunakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun agar area tetap kering dan tidak iritasi. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









