Kenali Penyebab Gondongan dan Demam pada Anak, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

AKURAT.CO, Berbicara tentang gangguan kesehatan pada anak, salah satunya yang sering dialami adalah gondongan disertai demam. Gondongan adalah penyakit yang sangat menular, virus ini dapat menyebar ke area kelenjar air liur dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
Kelenjar ludah parotis, yang terletak di bagian belakang pipi antara telinga dan rahang anak, adalah bagian yang paling sering terkena. Akibatnya kelenjar menjadi sakit dan bengkak. Hal ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari pada anak, sehingga membutuhkan pengobatan dengan segera.
PAFI dengan alamat website pafikabupatenbatanghari.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika, standar praktik kefarmasian, mengembangkan profesionalisme serta riset di bidang farmasi.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab gondongan dan demam pada anak, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya gondongan dan demam pada anak?
Secara umum, gondongan disertai demam tinggi pada anak, dapat menyebabkan pembengkakan di sisi wajah di bawah telinga dan biasanya disertai rasa nyeri, terutama saat mengunyah atau menelan. Gondongan merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang anak-anak usia 5–12 tahun, dan virus penyebabnya menyebar melalui percikan ludah atau air liur saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau melalui kontak langsung seperti berbagi alat makan. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya gondongan dan demam pada anak yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Adanya virus paramyxovirus
Gondongan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari keluarga paramyxovirus, khususnya virus mumps. Virus ini memiliki kemampuan untuk menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah besar yang terletak di sisi wajah, tepatnya di bawah telinga. Setelah virus masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan atas (hidung atau mulut), virus akan menyebar melalui aliran darah dan menargetkan kelenjar parotis, menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada area tersebut.
2. Kontak langsung dan tidak langsung pada penderita
Virus gondongan sangat mudah menular melalui percikan ludah atau air liur yang keluar saat penderita batuk, bersin, berbicara, dan tertawa. Selain itu, anak-anak yang menderita gondongan juga dapat terjadi, karena virus ini juga dapat menyebar melalui benda-benda yang terkontaminasi air liur penderita, seperti mainan, alat makan, sikat gigi, handuk, atau permukaan yang sering disentuh bersama. Anak-anak yang sering berbagi barang pribadi dengan teman sebaya memiliki risiko lebih tinggi tertular.
3. Lingkungan yang padat dan kurang higienis
Faktor selanjutnya yang menyebabkan gondongan disertai demam pada anak adalah lingkungan penduduk yang padat, serta kebersihan yang kurang baik. Tempat-tempat seperti sekolah, taman bermain, atau rumah dengan anggota keluarga yang cukup banyak, dapat meningkatkan risiko penularan.
4. Faktor pendukung lainnya
Adapun faktor lainnya yang menyebabkan gondongan dan demam pada anak seperti anak yang belum mendapatkan imunisasi hingga sistem kekebalan tubuh anak yang lemah. Anak-anak yang belum mendapatkan vaksin MMR (measles, mumps, rubella) berisiko lebih tinggi terkena gondongan. Vaksinasi merupakan cara efektif untuk mencegah penyakit ini. Selain itu, anak-anak juga disarankan selalu mencuci tangan dan menjaga kebersihan dengan baik untuk menghindari risiko penularan virus.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati gondongan dan demam pada anak?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama gondongan disertai demam pada anak Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala gondongan dan demam pada anak serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Paracetamol
Paracetamol adalah obat yang selalu diresepkan oleh apoteker, karena tingkat keamanannya yang cukup baik di segala usia. Obat ini dapat menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan sampai sedang. Beberapa produknya seperti contrexyn sirup, termorex sirup, sanmol. Dosis dapat disesuaikan dengan usia anak, biasanya diberikan 3–4 kali sehari dalam takaran yang dianjurkan.
2. Ibuprofen
Ibuprofen merupakan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang efektif mengurangi peradangan, nyeri, dan demam. Beberapa contoh produknya seperti proris suspensi, hufagripp TMP sirup, bufect, proris triple action. Ibuprofen juga diberikan sesuai dosis dan usia anak, dan sebaiknya dikonsultasikan dengan apoteker sebelum digunakan, terutama untuk anak di bawah 6 bulan.
3. Suplemen penunjang imun
Suplemen seperti imboost kids (mengandung echinacea dan zinc) atau multivitamin seperti zegavit dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga proses pemulihan lebih cepat. Suplemen ini bukan obat utama, melainkan pendukung agar sistem imun anak lebih optimal melawan infeksi.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi gondongan dan demam pada anak seperti penggunaan plester penurun demam seperti bye bye fever, dapat digunakan untuk membantu menurunkan suhu tubuh secara lokal. Kemudian, disarankan untuk anak mendapatkan istirahat yang cukup, lebih banyak minum air putih serta mengonsumsi makanan lunak seperti bubur ayam yang memiliki gizi bagi kesehatan tubuh anak. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








