Akurat

Kenali Penyebab Flu dan Batuk pada Ibu Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Eko Krisyanto | 19 April 2025, 12:33 WIB
Kenali Penyebab Flu dan Batuk pada Ibu Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

 

AKURAT.CO - Berbicara tentang gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya yang dapat dialami adalah flu dan batuk. Selama kehamilan, flu dan batuk dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh, organ jantung, hingga paru-paru.

Selama kehamilan, organ paru-paru membutuhkan lebih banyak oksigen, terutama pada kehamilan trimester kedua dan ketiga. Flu dan batuk dapat membahayakan kesehatan, sehingga membutuhkan pengobatan dengan segera.

PAFI dengan alamat website pafitigaraksa.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha dalam meningkatkan profesionalisme mereka dalam bidang farmasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan terutama distribusi obat-obatan yang mudah bagi masyarakat secara menyeluruh.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab flu dan batuk pada ibu hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil?

 

Secara umum, flu dan batuk pada ibu hamil adalah kondisi yang umum terjadi karena selama kehamilan sistem kekebalan tubuh menurun agar janin tidak ditolak, sehingga ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri. Gejala flu pada ibu hamil mirip dengan orang lain, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, dan sakit kepala, namun risiko komplikasi lebih tinggi, termasuk bronkitis dan pneumonia. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Adanya penurunan sistem kekebalan tubuh

Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami penyesuaian sistem kekebalan agar tidak menolak janin yang dianggap sebagai “benda asing”. Penyesuaian ini menyebabkan sistem imun menjadi relatif lebih lemah, terutama pada trimester pertama dan ketiga. Imun yang menurun ini membuat ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri penyebab flu dan batuk, seperti virus influenza, rhinovirus, dan bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan.

  1. Perubahan fisiologis pada sistem pernapasan

Pada umumnya, kehamilan menyebabkan perubahan fisik yang signifikan pada organ pernapasan dan jantung, Rahim yang membesar menekan diafragma sehingga kapasitas paru-paru menurun. Hal ini membuat ibu hamil lebih mudah merasa sesak dan rentan terhadap gangguan pernapasan. Selain itu, janin membutuhkan oksigen untuk tumbuh, sehingga detak jantung ibu meningkat dan volume darah bertambah. Perubahan ini membuat sistem pernapasan dan jantung bekerja lebih keras.

  1. Adanya infeksi virus dan bakteri

Penyebab langsung flu dan batuk pada ibu hamil adalah infeksi oleh berbagai mikroorganisme. Virus influenza tipe A dan B adalah penyebab utama flu musiman. Selain itu, virus rhinovirus, coronavirus dan virus parainfluenza juga sering menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas. Batuk juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri seperti bordetella pertussis (penyebab batuk rejan), mycoplasma pneumoniae, dan bakteri penyebab pneumonia.

  1. Kondisi lingkungan dan kebiasaan

Faktor eksternal juga sangat berpengaruh dalam meningkatkan risiko flu dan batuk pada ibu hamil seperti perubahan cuaca, musim dan paparan polusi udara. Cuaca dingin dan perubahan musim sering kali meningkatkan penyebaran virus flu.

  1. Kondisi medis lainnya

Faktor terakhir yang menyebabkan flu dan batuk pada ibu hamil adalah adanya penyakit tertentu seperti asma dan alergi, tuberkulosis (TBC) dan diabetes gestasional. Ibu hamil dengan riwayat asma, alergi bahkan diabetes gestasional lebih rentan mengalami batuk dan gangguan pernapasan saat terinfeksi virus.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati flu dan batuk pada ibu hamil?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari flu dan batuk pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala flu dan batuk pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

  1. Bisolvon

Bisolvon adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dan mengurangi dahak pada saluran pernapasan sehingga batuk berdahak menjadi lebih mudah dikeluarkan. Obat ini mengandung bahan aktif utama bromhexine hydrochloride, yang termasuk golongan mukolitik, yaitu obat yang bekerja dengan cara menipiskan lendir atau dahak di saluran pernapasan agar tidak mengganggu pernapasan dan membantu proses penyembuhan. Untuk dosis pada ibu hamil, akan diresepkan sesuai usia kehamilan oleh apoteker.

  1. Acetylcysteine

Acetylcysteine (N-Asetilsistein/NAC) adalah obat mukolitik yang berfungsi mengencerkan lendir atau dahak di saluran pernapasan sehingga lebih mudah dikeluarkan. Acetylcysteine relatif aman digunakan oleh ibu hamil dengan resep dari apoteker.

  1. Vicks vaporub

Vicks Vaporub umumnya dianggap aman untuk ibu hamil selama digunakan sesuai aturan pakai dan hanya secara topikal (dioleskan pada kulit), tidak diminum atau dihirup secara berlebihan. Produk ini mengandung bahan aktif camphor, menthol, dan eucalyptus oil yang berfungsi melegakan hidung tersumbat, meredakan batuk, dan membantu pernapasan dengan cara menguapkan aroma minyak esensial yang menenangkan saluran pernapasan.

  1. OBH combi batuk plus flu

Obat ini mengandung paracetamol, ekstrak succus liquiritiae (licorice), ephedrine HCl, dan amonium klorida. Membantu meredakan demam, batuk, hidung tersumbat, dan pilek. Sebaiknya digunakan setelah konsultasi dengan apoteker.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi flu dan batuk pada ibu hamil adalah minum banyak air putih, istirahat yang cukup serta mengatur pola makan yang lebih sehat.

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
A