KKI: 40 Persen Galon Guna Ulang Berusia di Atas 2 Tahun, Berisiko bagi Kesehatan

AKURAT.CO Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkap temuan mengkhawatirkan terkait usia pakai galon guna ulang air minum dalam kemasan.
Berdasarkan survei di lima kota besar, hampir 40 persen galon guna ulang yang beredar berusia lebih dari dua tahun.
Ketua KKI, David Tobing, menyoroti penggunaan galon produksi 2019 dan 2020 yang masih dipakai hingga kini.
"Bayangkan, galon ini sudah berusia 4-5 tahun dan terus digunakan ulang," ujar David, dikutip pada Senin (17/2/2025).
Menurut David, galon berbahan polikarbonat yang dipakai terlalu lama berisiko melepaskan zat berbahaya Bisphenol A (BPA) ke dalam air minum. Pencucian berulang dan paparan sinar matahari juga mempercepat peluruhan BPA.
"Beberapa produsen mengaku mencuci dan menggunakan ulang galon lebih dari 20 kali. Sayangnya, belum ada aturan tegas soal batas usia pakai galon dan distribusinya yang aman," tambahnya.
Baca Juga: Bakal Bersaing dengan Mick Schumacher, Sean Gelael Intip Peluang Juara WEC 2025 Bersama McLaren
Pakar polimer Universitas Indonesia, Mochamad Chalid, mengungkap penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan berulang galon polikarbonat dapat meningkatkan peluruhan BPA.
"Sebuah galon bisa dipakai hingga 40 kali. Jika digunakan seminggu sekali, masa pakainya seharusnya kurang dari setahun. Namun, kenyataannya banyak galon digunakan dua kali lipat dari batas seharusnya," jelasnya.
Ia juga mengungkap, BPOM telah menemukan peluruhan BPA melebihi ambang batas dalam surveinya pada 2021-2022.
BPA adalah senyawa kimia dalam plastik polikarbonat yang digunakan pada galon guna ulang.
Ratusan penelitian menunjukkan bahwa paparan BPA dapat mengganggu hormon, pertumbuhan anak, dan meningkatkan risiko kanker.
KKI mengingatkan masyarakat untuk memeriksa usia pakai galon dengan melihat angka tahun produksi di bagian bawah galon.
Baca Juga: Persija Workshop Photography Berikan Pengalaman Bidik Momen Krusial di Laga Persija vs Persib
Misalnya, angka 19 berarti galon diproduksi pada 2019, sedangkan panah yang menunjuk angka bulan menunjukkan bulan produksinya.
"Sayangnya, informasi ini ada di bagian bawah galon, sehingga banyak konsumen tidak menyadarinya," kata David.
KKI menuntut produsen lebih transparan dalam memberikan informasi terkait usia pakai galon.
Mereka juga meminta pemerintah dan BPOM terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya BPA agar konsumen lebih waspada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









