Akurat

Musik Bikin Baper? Ternyata Begini Cara Lagu Mengendalikan Emosi

Rahmat Ghafur | 7 November 2024, 14:00 WIB
Musik Bikin Baper? Ternyata Begini Cara Lagu Mengendalikan Emosi

AKURAT.CO Banyak orang yang merasa perasaan mereka ikut berubah setelah mendengarkan lagu tertentu.

Bisa merasa lebih ceria, lebih tenang, atau bahkan tiba-tiba baper. Ternyata, musik memang memiliki pengaruh besar terhadap mood dan emosi kita.

Menurut riset terbaru dari Missouri University (MU), musik bisa digunakan untuk secara aktif meningkatkan suasana hati, dengan musik bernada ceria membantu orang merasa lebih bahagia.

Baca Juga: Kunci Jawaban Seni Budaya Kelas 9 Halaman 54: Materi Musik dan Vokal

Bahkan, Anda bisa mencoba mendengarkan lagu seperti Happy dari Pharrell Williams dan melihat apakah perasaan Anda ikut terangkat. Jika iya, itu artinya musik berhasil mengubah mood Anda.

Penelitian lainnya juga mengungkapkan bahwa musik klasik, yang sering didengarkan dalam sesi belajar, dapat merangsang kecerdasan otak dan meningkatkan konsentrasi.

Sebuah studi menunjukkan bahwa siswa yang mendengarkan musik dengan ketukan 60 hingga 70 per menit bisa mencapai skor ujian matematika 12 persen lebih tinggi.

Musik klasik, seperti Für Elise karya Beethoven, diyakini dapat membantu siswa belajar lebih lama dan mempertahankan materi lebih baik.

Sementara musik dengan ketukan antara 50 sampai 80 per menit, seperti We Can't Stop oleh Miley Cyrus atau Mirrors dari Justin Timberlake, bisa mengarahkan otak kiri untuk lebih efisien dalam menangkap informasi faktual dan pemecahan masalah.

Musik tidak hanya memengaruhi emosi kita dengan cara yang sederhana, tetapi juga melalui mekanisme otak yang lebih dalam. Berikut ini beberapa cara musik dapat mengendalikan emosi:

1. Mengikat Emosi

Musik mampu memengaruhi emosi secara langsung, terbukti dari reaksi seseorang saat mendengarkannya. Melalui otak, musik bisa merangsang perasaan, bahkan membuat orang menari, ceria, atau galau.

2. Mengembalikan Memori

Musik dapat membangkitkan kenangan lama, seperti yang ditemukan dalam studi Universitas California. Lagu dengan kenangan khusus bisa membawa kembali perasaan dan emosi yang sama, menjelaskan mengapa banyak orang merasa “baper” saat mendengarkan lagu tertentu.

3. Neuroplastisitas

Musik membantu otak membentuk jalur baru, terutama saat otak mengalami kerusakan. Terapi musik dapat merangsang pemulihan memori dan emosi, bahkan membantu pasien dengan cedera otak mengakses kenangan yang hilang, seperti yang dibuktikan dalam studi dari Universitas Newcastle.

4. Meningkatkan Fokus

Musik juga terbukti meningkatkan fokus, membantu otak untuk tetap terjaga dan terfokus pada tugas. Studi dari Stanford University menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat memperbaiki konsentrasi dan membantu otak dalam mengantisipasi kegiatan.

Meskipun perubahan mood karena musik adalah hal yang wajar, jika perubahan tersebut mulai mengganggu kehidupan sosial, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter karena bisa jadi itu tanda gangguan psikologis.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D