Waspada Diet Ekstrem, Berat Badan Turun Cepat tapi Risiko Tinggi

AKURAT.CO Diet ketat yang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu singkat mungkin tampak menarik, tetapi di balik iming-imingnya tersembunyi bahaya kesehatan serius.
Mengurangi asupan kalori secara drastis tidak hanya membuat tubuh lemas dan mudah lelah, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang.
Tubuh kita seperti mesin yang membutuhkan bahan bakar untuk bekerja dengan optimal. Saat kita membatasi kalori secara ekstrem, tubuh pun “mogok.”
Baca Juga: Siap-siap War, Ini Harga dan Jadwal Penjualan Tiket Konser SEVENTEEN di JIS 2025
Metabolisme melambat, otot menyusut, dan tubuh beralih ke mode kelaparan dengan menyimpan lemak sebagai cadangan energi. Alhasil, penurunan berat badan sulit dicapai dengan cara yang berkelanjutan.
Berdasarkan laporan dari US News & World Report, berikut adalah empat jenis diet yang tidak disarankan oleh ahli gizi:
1. Diet Puasa
Diet puasa 5:2, yang terkenal lewat buku The FastDiet, menganjurkan pola makan normal selama lima hari dan mengurangi kalori menjadi 500-600 kalori di dua hari berikutnya.
Meski makanan tinggi protein seperti ayam tanpa kulit dan kacang-kacangan disarankan untuk membantu mengurangi lapar, pembatasan kalori ekstrem dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh.
2. Diet Keto
Diet keto adalah pendekatan yang mengutamakan lemak sebagai sumber energi utama dengan membatasi asupan karbohidrat secara drastis.
Metode ini awalnya digunakan untuk terapi epilepsi pada anak-anak, namun semakin populer untuk menurunkan berat badan.
Diet ini mengalihkan tubuh dari pembakaran gula ke pembakaran lemak, tetapi bisa memicu efek samping seperti kekurangan serat dan risiko gangguan pencernaan.
3. Diet Detoks Lemon
Diet detoks lemon, yang hanya memperbolehkan asupan cairan seperti air lemon, air garam, dan teh herbal selama 10 hari, dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi.
Klaim bahwa diet ini dapat "membersihkan" tubuh tidak didukung oleh bukti ilmiah, dan ahli kesehatan menyarankan untuk menghindarinya.
4. Diet Atkins
Diet Atkins adalah metode rendah karbohidrat tinggi lemak yang menargetkan penggunaan lemak sebagai sumber energi utama.
Meski efektif menurunkan berat badan dalam jangka pendek, diet ini sering dikritik karena rendah nutrisi penting dan berpotensi menyebabkan risiko kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: Berpotensi 'Intervensi' Persaingan Jorge Martin-Fransesco Bagnaia, Ini Komentar Marc Marquez
Diet ekstrem mungkin memberikan hasil cepat, tetapi risiko kesehatannya tidak bisa diabaikan.
Mengadopsi pola makan seimbang yang mendukung kebutuhan tubuh adalah cara terbaik untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










