Akurat

Deteksi Dini Kanker Anak: Kunci Harapan Hidup yang Lebih Baik!

Oktaviani | 22 Oktober 2024, 22:45 WIB
Deteksi Dini Kanker Anak: Kunci Harapan Hidup yang Lebih Baik!

AKURAT.CO Dokter Spesialis Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Teny Tjitra Sari, SpA(K), mengungkapkan, pada tahun 2020 terdapat sekitar 11.000 anak di Indonesia yang didiagnosis kanker, menurut data Globocan.

Pengobatan yang cepat dan tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan anak-anak ini.

"Keterlambatan dalam diagnosis dan akses perawatan menjadi salah satu faktor utama rendahnya tingkat kesembuhan kanker pada anak di Indonesia," ungkap Teny di Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Dia menekankan pentingnya mengenali dan melakukan deteksi dini kanker pada anak, karena semakin awal pengobatan dilakukan, semakin efektif dan besar kemungkinan bertahan hidupnya.

Baca Juga: Zita Anjani Mundur dari DPRD DKI Jakarta Usai Ditunjuk Sebagai Utusan Khusus Presiden

Meskipun kanker pada anak tergolong jarang, tetap saja penyakit ini bisa menyerang, biasanya disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang menyebar ke bagian tubuh lain.

Teny, yang saat ini berpraktik di RSCM Jakarta, menyebutkan beberapa jenis kanker yang umum ditemukan pada anak, termasuk kanker darah dan kanker bola mata.

Sayangnya, hanya sekitar 20-30 persen pasien anak yang dapat sembuh karena banyak dari mereka terlambat mendapatkan penanganan.

Biaya pengobatan yang tinggi sering kali menjadi penghalang bagi keluarga untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.

"Beban kanker anak sangat tinggi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, di mana biaya pengobatan kanker dapat sangat memberatkan," jelasnya.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Paling Ditunggu dalam 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran

Kanker anak, meskipun menakutkan, bisa dikelola dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Teny mengingatkan agar orang tua selalu waspada terhadap perubahan kesehatan anak, agar bisa segera mengambil tindakan jika ada gejala mencurigakan.

Gejala kanker pada anak bervariasi tergantung jenisnya, namun ada beberapa yang umum, seperti pucat, tubuh lemah tanpa sebab jelas, memar, benjolan di tubuh, perubahan pada mata, dan nyeri kepala hebat.

Apabila kanker telah mencapai stadium lanjut, dokter biasanya merekomendasikan perawatan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Perawatan ini mencakup pengurangan rasa sakit dan masalah fisik, spiritual, serta sosial yang dihadapi pasien.

"Perawatan paliatif dapat dimulai sejak diagnosis kanker, bukan hanya untuk pasien stadium akhir," tambah Teny.

"Kami melakukan pemeriksaan seperti CT Scan atau MRI, dan memberikan terapi suportif sesuai kebutuhan pasien."

Dr. Teny juga menekankan pentingnya pola hidup dan makan sehat bagi anak-anak. Ini tidak hanya meningkatkan peluang kesembuhan bagi mereka yang sudah terdiagnosis, tetapi juga melindungi anak-anak sehat dari risiko kanker di masa depan.

"Pola hidup dan makanan sehat harus selalu diajarkan kepada anak agar mereka terhindar dari kanker di kemudian hari," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.