Akurat

Alasan Seseorang Lebih Sering Sakit dan Cara Mencegahnya

Arief Rachman | 16 September 2024, 20:57 WIB
Alasan Seseorang Lebih Sering Sakit dan Cara Mencegahnya

AKURAT.CO Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, rata-rata orang dewasa bisa terkena flu sekitar dua hingga tiga kali dalam setahun.

Menariknya, wanita berusia 20 hingga 30 tahun cenderung lebih sering mengalami flu dibandingkan pria.

Mengutip laman Well and Good, pakar penyakit menular dan dokter epidemiologi di Texas Health Resources, Dr. Nikhil Bhayani, menyebutkan bahwa ada berbagai faktor yang memengaruhi frekuensi seseorang jatuh sakit.

Banyak dari faktor ini berkaitan dengan gaya hidup, yang sebenarnya bisa dikendalikan.

Berikut adalah beberapa alasan utama seseorang lebih sering sakit:

Baca Juga: Aliansi Repsol dan Honda di MotoGP Resmi Berakhir, Tinggalkan Kenangan Istimewa Selama 30 Tahun

1. Kurang Tidur

Dr. Bhayani menjelaskan, tidur yang tidak cukup bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Studi menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki kemungkinan empat kali lebih besar terkena flu dibandingkan mereka yang tidur tujuh jam atau lebih.

Oleh karena itu, CDC merekomendasikan agar orang dewasa tidur setidaknya tujuh jam setiap malam, sedangkan anak-anak dan remaja memerlukan waktu tidur yang lebih lama.

2. Tingkat Stres Tinggi

Stres kronis juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah studi tahun 2021 dari Perspectives in Psychological Science menunjukkan bahwa tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena infeksi, seperti COVID-19, hingga dua kali lipat.

Baca Juga: Rano Karno Soroti Masalah Akses dan Parkir JIS, Janjikan Solusi Jika Terpilih

Sama seperti kurang tidur, stres membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan kuman dan penyakit, sebagaimana diungkapkan oleh Cleveland Clinic.

3. Masalah Kesehatan yang Mendasar

Orang dengan kondisi kesehatan kronis, terutama yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, memiliki risiko lebih tinggi untuk sering sakit.

Selain itu, mengonsumsi obat-obatan seperti imunosupresan atau obat biologis juga dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi, menurut Annals of Allergy, Asthma, dan Immunology.

4. Paparan Lingkungan

Menghabiskan waktu di lingkungan yang penuh kuman, seperti tempat umum atau fasilitas yang sering digunakan banyak orang, dapat meningkatkan risiko penyakit.

Menurut CDC, kontak dengan permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, troli belanja, dan tombol lift dapat memperbesar peluang tertular penyakit.

5. Penularan dari Anak-anak

Orang tua yang memiliki anak di rumah juga lebih rentan terkena infeksi virus.

Baca Juga: Megawati Ajak Ilmuwan Rusia dan Indonesia Bersinergi Teliti Gunung Api Bawah Laut

Sebuah studi terdahulu yang dipublikasikan di Clinical Infectious Diseases menemukan bahwa orang dewasa yang tinggal dengan satu anak memiliki risiko 28 persen lebih tinggi terkena infeksi virus, sementara mereka yang memiliki lebih dari satu anak memiliki risiko yang lebih besar lagi.

6. Kekurangan Nutrisi

Vitamin seperti C, D, dan E, serta mineral seperti seng dan selenium, berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

Kekurangan nutrisi ini dalam jangka waktu yang lama dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit, demikian menurut ulasan tahun 2024 di jurnal Nutrients.

Baca Juga: Terbang Jauh Demi Gabung Brisbane Roar, Rafael Struick Ingin Keluar dari Zona Nyaman

CDC merekomendasikan beberapa langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem imun, seperti mencuci tangan secara rutin, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, tidur cukup, meluangkan waktu untuk relaksasi, serta melakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.