Pentingnya Imunisasi untuk Lindungi Anak dari Cacar Air

AKURAT.CO Cacar air, atau varicella, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV). Penyakit ini sering menyerang anak-anak dan ditandai dengan ruam merah yang gatal serta lesi berisi cairan. Meskipun sering dianggap ringan, cacar air bisa menyebabkan komplikasi serius, sehingga penting untuk mencegahnya melalui imunisasi varisela.
Virus ini menyebar melalui percikan cairan atau kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi. Bahkan udara yang terkontaminasi oleh partikel virus dari lepuhan kulit juga bisa menjadi sumber penularan.
"Tingkat penularannya sangat tinggi, hingga mencapai 90 persen. Artinya, seseorang yang tidak memiliki kekebalan dan berdekatan dengan penderita cacar air berpotensi besar tertular," ujar Dr. Mas Nugroho Ardi Santoso selaku dokter anak dan edukator kesehatan, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Kamis (5/7/2024).
Gejala awal cacar air meliputi demam ringan yang muncul 10-21 hari setelah terpapar virus. Kemudian, ruam kemerahan akan muncul di dada, punggung dan wajah, yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
Ruam ini biasanya gatal dan berkembang dari lesi merah menjadi tonjolan, lalu berisi cairan, sebelum akhirnya mengering dalam 4-7 hari.
Komplikasi cacar air bisa lebih serius pada bayi, remaja, orang dewasa, wanita hamil dan pasien dengan sistem imun lemah. Komplikasi tersebut meliputi infeksi bakteri pada kulit, pneumonia dan gangguan sistem saraf pusat.
Pencegahan terbaik adalah melalui imunisasi varisela. Imunisasi ini sangat penting untuk melindungi anak-anak dari risiko cacar air.
Anak yang telah divaksinasi memiliki risiko yang lebih rendah terkena cacar air dan jika terinfeksi, gejalanya akan lebih ringan. CDC merekomendasikan vaksinasi dalam 3-5 hari setelah kontak dengan penderita cacar air bagi yang belum divaksinasi.
Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) merekomendasikan dua dosis vaksin varisela untuk anak usia 12-18 bulan dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan.
Anak usia 13 tahun atau lebih juga dianjurkan menerima dua dosis dengan interval 4 hingga 6 minggu. Vaksin ini efektif hingga 90 persen dalam mencegah cacar air dan komplikasinya.
MSD Indonesia, perusahaan biofarmasi global, mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang cacar air dan pencegahannya melalui imunisasi.
"Dengan imunisasi, kita bisa mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) yang melindungi individu rentan dan tidak dapat divaksinasi," Dr. Ardi menutup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 8Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa







