1 dari 6 Siswa Sekolah Menengah Pertama Dilaporkan Mengonsumsi Vape

AKURAT.CO Meskipun vaping dilarang di kalangan anak di bawah umur, diperkirakan 4,7% siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas melaporkan penggunaan rokok elektrik pada tahun 2023. Angka tersebut berarti lebih dari 1 dari 6 siswa sekolah menengah pertama dan atas.
Baca Juga: Aspek Kesehatan Masyarakat Penting, CISDI Dukung Pengenaan Pajak Rokok Elektrik 10 Persen
Tingkat penggunaan vaping yang relatif tinggi di kalangan remaja membuat para peneliti curiga bahwa media sosial mungkin menjadi sarana bagi anak-anak untuk mendapatkan rokok elektrik.
Hampir dua pertiga remaja (63%) menggunakan TikTok pada tahun 2023, menjadikannya tempat yang wajar untuk mencari penjualan ilegal dan iklan produk vaping, kata para peneliti.
Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Kecanduan Vape
Sekitar 50% video yang mengiklankan merek vaping populer, dan 45% menyertakan produk ganja, demikian temuan para peneliti.
Iklan dan penjualan produk vaping adalah hal biasa di platform berbagi video, menurut temuan yang dipublikasikan pada 23 Mei di jurnal Nicotine and Tobacco Research.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









