Mengenal Glaukoma: Pengertian, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

AKURAT.CO Glaukoma merupakan suatu penyakit mata yang seringkali tidak disadari oleh penderitanya hingga mencapai tahap yang lebih parah.
Dikenal sebagai "pencuri penglihatan yang diam-diam," glaukoma dapat merusak saraf optik mata tanpa memberikan gejala yang jelas pada tahap awal.
Berbeda dengan katarak, glaukoma sendiri membuat penderitanya mengalami kebutaan yang bersifat permanen. Dengan demikian, penyakit mata ini harus segera ditangani agar menghindari kebutaan.
Lalu, apa yang dimaksud dengan glaukoma? Bagaimana gejala, penyebab, dan metode pengobatan untuk penyakit mata ini? Berikut adalah informasi lengkapnya.
Baca Juga: Bahaya Kecanduan Minuman Alkohol, Diduga Jadi Penyebab Gangguan Penglihatan Kurnia Meiga?
Apa Itu Glaukoma?
Glaukoma merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan kerusakan saraf mata, terutama saraf optikum, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
Kerusakan ini biasanya terkait dengan tekanan intraokular yang tinggi atau disebut juga tekanan mata tinggi. Nammun, kondisi ini juga dapat terjadi di tekanan mata normal.
Glaukoma dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala yang nyata, dan kehilangan penglihatan yang terjadi biasanya bersifat permanen.
Penyakit mata ini bisa terjadi di semua orang tanpa mengenal usia, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa yang sudah tua (lebih dari 60 tahun).
Gejala Glaukoma
Gejala dari penyakit ini bergantung pada jenisnya. Biasanya penderita glaukoma sudut terbuka, gejala yang sering terjadi yaitu penglihatan yang kabur.
Sedangkan, gejala yang terjadi pada glaukoma sudut tertutup yaitu nyeri mata, mata merah, dan sakit kepala berat.
Meskipun begitu, ada juga glaukoma yang tidak menimbulkan gejala yang nyata sehingga penderita tidak menyadari adanya perubahan penglihatan pada tahap selanjutnya.
Oleh karena itu, perlu untuk rutin menjalani pemeriksaan mata yang melibatkan pengukuran tekanan mata.
Penyebab Glaukoma
Ada beberapa jenis glaukoma, dan penyebabnya bisa bervariasi tergantung pada jenisnya. Namun, sebagian besar kasus glaukoma terkait dengan peningkatan tekanan intraokular.
Faktor risiko meliputi usia lanjut, riwayat keluarga glaukoma, ras tertentu, riwayat cedera mata, diabetes serta penyakit sistemik jantung, tekanan darah tinggi, dan kornea tipis.
Glaukoma juga dapat terjadi tanpa adanya tekanan mata tinggi, seperti pada glaukoma sudut terbuka primer.
Cara Mengobati Glaukoma
Mengutip dari berbagai sumber pada Senin (11/3/2024), sampai saat ini masih belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit glaukoma. Dengan demikian, kunci untuk mengatasi penyakit ini adalah melakukan pemeriksaan.
Apabila glaukoma teridentifikasi pada tahap awal, penderita memiliki peluang untuk menjalani pengobatan atau tindakan operatif yang dapat melambatkan risiko kehilangan penglihatan utama, yaitu kebutaan.
Beberapa metode pengobatan yang umumnya digunakan melibatkan:
1. Obat Tetes Mata: Dokter mata mungkin meresepkan obat tetes mata untuk mengurangi tekanan mata, di antaranya Prostaglandin dan Obat tetes mata beta blocker
2. Obat Oral: Obat oral tertentu dapat digunakan untuk membantu mengontrol tekanan mata. Obat ini biasanya merupakan inhibitor karbonat anhidrase.
3. Operasi: Pada beberapa kasus, prosedur operasi mungkin diperlukan untuk meningkatkan aliran cairan mata atau mengurangi produksi cairan mata.
4. Terapi Laser: Beberapa jenis glaukoma dapat diobati dengan terapi laser untuk memperbaiki drainase jaringan yang terletak pada sudut pertemuan iris dan kornea.
Meskipun pada akhirnya, semua individu yang mengidap glaukoma berpotensi mengalami kebutaan, bahkan setelah menjalani pengobatan atau operasi.
Namun, jika penderita glaukoma mengetahui dan mengambil langkah pengobatan sejak dini memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mempertahankan penglihatannya (setidaknya pada satu mata) hingga minimal 20 tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









