Akurat

Apakah Ada Hubungan Antara Penyakit GERD dengan Anxiety?

Iwan Gunawan | 13 Februari 2024, 17:26 WIB
Apakah Ada Hubungan Antara Penyakit GERD dengan Anxiety?

AKURAT.CO Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) adalah suatu kondisi kronis dimana asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Tidak jarang, kita mengalami refluks asam sesekali, namun refulks asam yang terjadi, setidaknya dua kali seminggu maka dapat dikatakan itu adalah GERD.

Anxiety (kecemasan) merupakan respon alami tubuh ketika mengalami stres. Namun rasa cemas yang parah hingga berlangsung selama beberapa bulan sampai dapat meganggu aktivitas keseharian mungkin memberikan indikasi adanya gangguan kecemasan dalam diri.

Baca Juga: Seperti Maia Estianty, Yuk Ketahui 6 Mitos Tentang GERD dan Faktanya

Kedua kondisi tersebut sedang marak terjadi di beberapa tempat. Diperkirakan 18-28% penduduk Amerika Utara menderita GERD dan 18,1% dewasa di Amerika Serikat menderita gangguan kecemasan.

Keduanya mungkin terlihat tidak berhubungan sama sekali, namun para peneliti yakin ada hubungan antara GERD dan kecemasan. Meskipun belum ditemukan sifat dari hubungan tersebut secara jelas.

Apa Penyebab GERD?

GERD disebabkan oleh refluks asam yang terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan sehingga terjadi iritasi pada lapisannya dan menyebabkan peradangan. Terdapat beberapa kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko GERD, antara lain:

- Obesitas
- Hiatal hernia
- Perut terlalu lama kosong
- Hamil

Faktor gaya hidup juga menjadi salah satu yang dapat memerburuk refulks asam. Termasuk kebiasaan makan yang buruk, seperti makan dalam porsi banyak, berbaring setelah makan dan makan goreng-gorengan.

Stres memiliki keterikatan dengan kecemasan dan diketahui bisa memperburuk refluks asam.

Hubungan GERD dengan Anxiety

Sebuah studi tahun 2015 ditemukan bahwa kecemasan dan depresi meningkatkan risiko GERD. Penelitian lain juga menemukan bahwa efek negatif GERD pada kualitas hidup bisa menimbulkan kecemasan dan depresi. Namun, belum ada bukti ilmiah terkait hungan kecemasan dengan meningkatnya asam lambung.

Penelitian terbaru dalam jurnal medis Gastroenterology, menunjukan banyak orang dengan gejala kecemasan dan GERD memiliki kadar asam esofagus normal. Namun, beberapa penelitian juga menemukan bahwa kecemasan dapat meningkatkan gejala yang berhubungan dengan GERD, seperti mulas dan nyeri pada perut bagian atas. Kecemasan diyakini dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap rasa sakit dan gejala GERD lainnya.

Kecemasan dan tekanan psikologis lainnya dapat mempengaruhi motilitas esofagus dan fungsi sfinger esofagus bagian bawah. Motilitas esofagus mengacu pada kontraksi yang terjadi di esofagus untuk memindahkan makanan menuju perut. Sfingter esofagus bagian bawah merupakan cincin otot di sekitar esofagus bagian bawah yang mengendur untuk memungkinkan makanan dan cairan masuk ke perut kemudian menutup agar mencegah isi perut mengalir kembali.

Gejala GERD dan Kecemasan

GERD dan kecemasan dapat menyebabkan beberapa gejala berbeda. Meskipun terdapat beberapa kesamaan yang tampak dimiliki oleh kedua kondisi tersebut.

Masalah GERD, seperti mulas, mual dan sakit perut merupakan gejala umum dari kedua kondisi. Gejala umum lainnya yakni perasaan tidak nyeri pada benjolan di tenggorokan atau sensasi sesak hingga tercekik.

Mereka yang mengalami sensasi tersebut, juga sering kali mengalami suara serak, batuk kronis atau keinginan untuk batuk secara terus menerus. Gejala ini umum dialami oleh penderita GERD dan refluks asam.

Sulit tidur juga merupakan gejala umum dari kondisi tersebut. Refluks asam lambung akan lebih parah ketika penderita berbaring, sehingga menyebabkan sering terbangun ketika tidur. Kecemasan memengaruhi pola tidur dan membuat sulit untuk tidur nyenyak.

Berikut ini gejala GERD lainnya:

- Nyeri bagian dada
- Kesulitan menelan (disfagia)
- Regurgitasi cairan asam atau makanan

Gejala kecemasan lainnya meliputi:

- Merasa gelisah atau gugup
- Perasaan akan datang malapetaka atau bahaya
- Detak jantung terasa lebih cepat
- Hiperventilasi
- Kesulitan mengendalikan kekhawatiran
- Dada terasa sesak atau nyeri

Cara Mengobati GERD dan Kecemasan

Mengobati GERD dan kecemasan memerlukan kombinasi obat untuk kedua kondisi tersebut. Meskipun obat pereda asam lambung digunakan untuk mengobati GERD ternyata kurang efektif pada orang dengan gejala yang berhubungan dengan kecemasan.

Perawatan medis serta pengobatan untuk GERD dan kecemasan, dokter merekomendasikan kombinasi berikut ini:

- Antasida yang dijual bebas (OTC), seperti Tums dan Rolaids.
- Penghambat resptor H-2 (H2 blocker), seperti famotidine (Pepcid) dan cimitidine (Tagamet).
- Penghambat pompa proton (PPI), seperti esomeprazole (Nexium) dan rabeprazole (Aciphex).
- Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), seperti fluoxetine (Prozac) dan citalopram (Celexa).
- Benzodiazepines, seperti alprazolam (Xanax) and lorazepam (Ativan).
- Serotonin-norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs), seperti duloxetine (Cymbalta) and venlafaxine (Effexor).
- Psychotherapy, seperti cognitive behavioral therapy (CBT).

Pengobatan di rumah meliputi:

- Makan makanan yang tidak sehat.
- Hindari makanan yang memicu naiknya asam lambung atau mulas.
- Berolahraga secara teratur, seperti jalan-jalan.
- Cobalah teknik relaksasi, seperti yoga, tai chi, atau meditasi.
- Hindari kafein dan alkohol.

Meskipun para peneliti belum sepenuhnya memahami hubungan antara GERD dan kecemasan, diketahui bahwa kecemasan dan stres dapat memicu atau memperburuk gejala terkait GERD.

Baca Juga: Maia Estianty Terjangkit GERD, Apakah GERD Sama Dengan Asam Lambung

Untuk meredakan banyak gejala dari kedua kondisi tersebut, bisa dilakukan dengan pengobatan rumahan, namun sebaiknya kedua kondisi tersebut perlu dikonsultasikan ke dokter. Tersedia perawatan yang dapat membantu Anda mengelola atau mencegah kedua kondisi tersebut.

GERD dan kecemasan sama-sama bisa menyebabkan nyeri dada, yang juga merupakan gejala serangan jantung.

Dapatkan perawatan medis darurat jika ada nyeri dada yang baru terjadi, terutama jika Anda juga mengalami sesak napas, atau nyeri lengan atau rahang.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Iwan Gunawan
R