Mengenal Low Vision, Gangguan Penglihatan yang Sulit Diatasi

AKURAT.CO Low vision merupakan gangguan penglihatan pada mata yang cukup serius, meskipun tidak mencapai tingkat kebutaan total, tetapi tetap perlu penanganan ekstra, karena tidak bisa ditangani dengan penggunaan kacamata.
Gangguan penglihatan ini ditandai dengan tingkat penurunan penglihatan yang signifikan. Sementara solusi seperti memakai kacamata, lensa kontak, atau tindakan pembedahan tidak dapat memulihkan kondisi ini.
Berbeda dengan beberapa gangguan mata lainnya seperti katarak yang dapat diatasi melalui operasi katarak.
Baca Juga: Kenali Penyebab Mata Katarak, Salah Satunya Kebiasaan Merokok
Walaupun tidak sampai mengalami kebutaan total, gangguan penglihatan ini tetap dapat memberikan dampak serius pada kemampuan seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara mandiri.
Dan meskipun upaya pengobatan telah dilakukan, penurunan penglihatan yang telah terjadi tetap tidak dapat diperbaiki.
Penyebab low vision
Low vision umumnya dipicu oleh degenerasi makula, yang merupakan penurunan fungsi pada bagian kecil bulat di bagian belakang retina yang mengandung sel-sel penglihatan.
Degenerasi makula ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, terutama usia yang sudah tua (di atas 45 tahun), glaukoma, katarak, dan diabetes.
Selain degenerasi makula, terdapat faktor-faktor lain yang dapat menjadi pemicu low vision, seperti cedera mata, cedera otak, kanker mata, albinisme, dan kelainan bawaan seperti retinitis pigmentosa.
Sedangkan jika pada anak-anak, low vision dapat muncul akibat kondisi seperti albinisme, katarak kongenital, glaukoma, nistagmus, dan kelainan saraf retina dan optik.
Gejala low vision
Berikut adalah beberapa tanda atau gejala low vision yang perlu diwaspadai.
-
Sulit mengidentifikasi wajah, ini merupakan gejala yang sering muncul.
-
Kesulitan mengukur jarak objek seperti tangga, trotoar, dan dinding
-
Mengalami kesulitan dalam membaca, bahkan setelah menggunakan kacamata atau lensa kontak.
-
Warna benda tampak memudar.
-
Sulit untuk mengemudi saat malam hari.
-
Garis yang seharusnya lurus terlihat miring.
Cara mengobati low vision
Sebelum menentukan cara yang sesuai untuk mengatasi low vision, dokter mata akan melakukan sejumlah pemeriksaan mata untuk memastikan diagnosis.
Setelah itu, dokter akan mengidentifikasi penyebab mendasar untuk memberikan pengobatan yang tepat.
Semisal, jika penurunan penglihatan disebabkan oleh retinopati diabetik, pengobatan diabetes akan menjadi cara utama untuk memulihkan dan memertahankan kemampuan penglihatan.
Selain itu, meskipun low vision bersifat permanen dan tidak dapat diatasi dengan kacamata, lensa kontak, atau tindakan operasi.
Namun penggunaan alat bantu visual seperti kacamata teleskopik, kacamata pembesar, lensa penyaring cahaya, atau kacamata baca lensa prisma dapat membantu meningkatkan ketajaman penglihatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok








