Akurat

Mengenal Low Vision, Gangguan Penglihatan yang Sulit Diatasi

Muhtar S. Syihabuddin | 10 Januari 2024, 15:15 WIB
Mengenal Low Vision, Gangguan Penglihatan yang Sulit Diatasi

AKURAT.CO Low vision merupakan gangguan penglihatan pada mata yang cukup serius, meskipun tidak mencapai tingkat kebutaan total, tetapi tetap perlu penanganan ekstra, karena tidak bisa ditangani dengan penggunaan kacamata. 

Gangguan penglihatan ini ditandai dengan tingkat penurunan penglihatan yang signifikan. Sementara solusi seperti memakai kacamata, lensa kontak, atau tindakan pembedahan tidak dapat memulihkan kondisi ini. 

Berbeda dengan beberapa gangguan mata lainnya seperti katarak yang dapat diatasi melalui operasi katarak.

Baca Juga: Kenali Penyebab Mata Katarak, Salah Satunya Kebiasaan Merokok

Walaupun tidak sampai mengalami kebutaan total, gangguan penglihatan ini tetap dapat memberikan dampak serius pada kemampuan seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara mandiri. 

Dan meskipun upaya pengobatan telah dilakukan, penurunan penglihatan yang telah terjadi tetap tidak dapat diperbaiki.

Penyebab low vision

Low vision umumnya dipicu oleh degenerasi makula, yang merupakan penurunan fungsi pada bagian kecil bulat di bagian belakang retina yang mengandung sel-sel penglihatan. 

Degenerasi makula ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, terutama usia yang sudah tua (di atas 45 tahun), glaukoma, katarak, dan diabetes.

Selain degenerasi makula, terdapat faktor-faktor lain yang dapat menjadi pemicu low vision, seperti cedera mata, cedera otak, kanker mata, albinisme, dan kelainan bawaan seperti retinitis pigmentosa. 

Sedangkan jika pada anak-anak, low vision dapat muncul akibat kondisi seperti albinisme, katarak kongenital, glaukoma, nistagmus, dan kelainan saraf retina dan optik.

Gejala low vision

Berikut adalah beberapa tanda atau gejala low vision yang perlu diwaspadai.

  • Sulit mengidentifikasi wajah, ini merupakan gejala yang sering muncul.

  • Kesulitan mengukur jarak objek seperti tangga, trotoar, dan dinding 

  • Mengalami kesulitan dalam membaca, bahkan setelah menggunakan kacamata atau lensa kontak.

  • Warna benda tampak memudar.

  • Sulit untuk mengemudi saat malam hari.

  • Garis yang seharusnya lurus terlihat miring.

Cara mengobati low vision

Sebelum menentukan cara yang sesuai untuk mengatasi low vision, dokter mata akan melakukan sejumlah pemeriksaan mata untuk memastikan diagnosis. 

Setelah itu, dokter akan mengidentifikasi penyebab mendasar untuk memberikan pengobatan yang tepat.

Semisal, jika penurunan penglihatan disebabkan oleh retinopati diabetik, pengobatan diabetes akan menjadi cara utama untuk memulihkan dan memertahankan kemampuan penglihatan.

Selain itu, meskipun low vision bersifat permanen dan tidak dapat diatasi dengan kacamata, lensa kontak, atau tindakan operasi. 

Baca Juga: Pria di Bekasi Percaya Ilmu tak Kasat Mata, Maling Telanjang Bulat Berharap Enggak Kelihatan Warga, Endingnya Malah Begini

Namun penggunaan alat bantu visual seperti kacamata teleskopik, kacamata pembesar, lensa penyaring cahaya, atau kacamata baca lensa prisma dapat membantu meningkatkan ketajaman penglihatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.