Akurat

Peneliti Ungkap Cara Agar Panjang Umur dan Awet Muda

Rahman Sugidiyanto | 10 November 2023, 21:15 WIB
Peneliti Ungkap Cara Agar Panjang Umur dan Awet Muda

AKURAT.CO - Banyak yang meyakini bahwa faktor genetik adalah penentu utama panjang umur seseorang.

Namun, riset menunjukkan bahwa gaya hidup dan pola makan yang sehat sebenarnya memainkan peran krusial dalam memastikan kesehatan hingga usia tua.

Setidaknya ada delapan langkah yang dapat diambil untuk memastikan seseorang dapat hidup panjang dan tampak awet muda.

Temuan ini didasarkan pada penelitian yang akan diungkapkan dalam Sesi Ilmiah American Heart Association 2023 di Philadelphia.

Baca Juga: Menuju Awet Muda Dengan Menghindari Jenis Makanan Dan Minuman Ini, Dijamin Enggak Kalah Sama Gen Z

Penelitian ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan kardiovaskular secara optimal dapat memperlambat proses penuaan biologis hingga enam tahun.

Dengan demikian, seseorang dapat menikmati umur panjang dan tetap memiliki penampilan yang muda.

Selain itu, kondisi ini juga diyakini dapat mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular dan masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan penuaan. Namun, perlu dicatat bahwa hasil penelitian ini belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang telah diulas oleh rekan sejawat.

Melansir dari Health Line pada Jumat 10 November 2023, beberapa langkah untuk mencapai umur panjang dan tampil awet muda,adalah tidur yang cukup, menghindari merokok, menjalani aktivitas fisik secara teratur, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Baca Juga: 7 Manfaat Cuci Muka Dengan Susu, Kunci Awet Muda Ala Artis Korea

Selanjutnya, menjaga berat badan ideal, mengontrol kadar gula darah, mengelola kadar kolesterol, dan menjaga tekanan darah dalam batas normal juga merupakan faktor penting.

Peneliti mengevaluasi sejauh mana orang mengikuti daftar Life's Essential 8 di atas.

Skor rata-rata dari delapan kriteria tersebut digunakan untuk menentukan kategori kesehatan kardiovaskular, apakah tinggi, sedang, atau rendah.

Proses penuaan biologis diukur dengan menghitung usia fenotipik peserta penelitian. Usia fenotipik ini didasarkan pada usia kronologis ditambah hasil sembilan tes darah yang menjadi indikator metabolisme, peradangan, dan fungsi organ.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.