Akurat

Fakta Dan Cara Penanganan Korban Yang Keracunan Potas, Wajib Diketahui!

Eko Krisyanto | 6 Oktober 2023, 02:00 WIB
Fakta Dan Cara Penanganan Korban Yang Keracunan Potas, Wajib Diketahui!

AKURAT.CO Baru-baru ini tengah ramai tentang pembongkaran kuburan seorang warga berinisial SP desa Sidoarjo Kampung 8 Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin, Jambi yang diduga meninggal akibat diracuni oleh kekasih berinisial (P) dengan racun potas yang dilarutkan dalam air putih, Minggu (13/8/2023).

Dikutip dari berbagai sumber pada Kamis (5/10/2023), terungkapnya penyebab korban meninggal diduga diracuni oleh sang kekasih (P). Hal itu diketahui usai keluarga korban membuka handphone milik korban dan membaca isi pesan korban dengan sang kekasih.

Adaoun, isi pesan tersebut yaitu sang kekasih menyuruh korban meminum obat penggugur kandungan menggunakan cairan potas.

Baca Juga: ProFauna Desak Pemerintah Kabupaten Berau Tindak Tegas Pelaku Penangkapan Ikan dengan Potas

Lantas apa itu cairan potas? Dikutip dari halodoc berikut ini penjelasan mengenai apa itu potas, fakta dan cara penanganannya pada korban keracunan:

Potasium sianida atau dikenal dengan racun potas merupakan salah satu jenis sianida yang berfungsi untuk mengusir hama, dan jika terpapar ke manusia maka racun ini akan menyebabkan keracunan akut hingga kematian yang cepat.

Di Indonesia, racun potas ini masih sering dijual bebas karena biasanya digunakan untuk membasmi hama atau tikus. Namun tidak jarang ada beberapa kasus yang menyalahgunakan senyawa kimia ini untuk meracuni manusia.

Ada beberapa fakta mengenai racun potas, berikut ini 5 fakta mengenai potas:

1. Bentuk racun potas

Potassium cyanide merupakan senyawa kimia dengan rumus KCN. Potas berwarna putih dan berbentuk seperti kristal atau butiran-butiran yang padat.

Gas hidrogen pada potas yang dilepaskan akan memiliki bau menyengat menyerupai almon pahit yang khas, bisa juga digambarkan dengan bau sepatu yang sudah apek.

Namun fakta menariknya, sebagian besar orang tidak akan bisa mendeteksi bau dari racun potas, sehingga beberapa kasus orang yang diracuni jarang bisa mendeteksi tanda dari zat berbahaya ini.

2. Efek paparan racun potas

Racun potas akan berefek kepada seluruh tubuh, terutama pada sistem organ yang paling sensitif terhadap kadar oksigen rendah, yaitu sistem saraf pusat atau otak, kemudian sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), serta sistem paru-paru.

Paparan racun potas bisa melalui apa saja seperti kulit, kontak mata, menghirup, atau menelan.

3. Cara kerja sianida jenis potas

Racun potas (sianida) ini dapat mengganggu proses pernapasan seluler dengan mengikat sitokrom oksidasi, yang merupakan enzim utama untuk mengunci rantai pernapasan.

Selain itu potas dapat mengikat enzim penting lainnya dan merusak sistem saraf melalui peroksidase lipid, otak dan jantung paling sensitif terhadap efek racun potas sebab organ ini dapat secara cepat memetabolisme oksigen.

4. Gejala keracunan racun potas

Gejala awal dari keracunan potas ditandai dengan pusing, napas cepat, mual dan muntah, leher terasa terjepit serta lemas, kebingungan, gelisah, dan kecemasan.

Akumulasi cairan di paru-parulah yang mempersulit pernapasan dan memperburuk gejala keracunan yang terjadi.

Gejala yang parah akan ditandai dengan pingsan, koma, kejang otot, badan kejang, pupil mata melebar, kulit terasa dingin, lembap, dan mengeluarkan keringat serta gejala yang paling parah ialah kematian.

Cara Penanganan pada Korban Keracunan Racun Potas

Dari fakta yang bisa saja terjadi akibat paparan racun potas di atas, tentunya setiap orang harus mengetahui bagaimana penanganan yang harus dilakukan pada pasien yang terkena racun potas, berikut ini cara penanganan pada seseorang yang terkena racun potas:

Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, ada beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada orang yang terpapar racun potas (sianida) ini, caranya adalah:

· Pengamatan yang cermat
· Pemberian oksigen tambahan
· Perawatan suportif

Tiga cara penanganan di atas merupakan terapi yang cukup untuk pasien keracunan apabila korban tidak menunjukkan gejala fisik, sementara untuk korban yang menunjukkan gejala fisik, maka pertolongan pertama yang bisa dilakukan terdiri dari:

· Pemberian obat penawar racun di bawah arahan dokter
· Bantuan pernapasan dan peredaran darah
· Tes ketidakseimbangan kimia dalam darah dan
· Kontrol kejang.
· Dan segeralah bawa korban ke racun ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan yang intensif

Itulah fakta dan cara penanganan yang bisa dilakukan pada korban keracunan potas yang harus diketahui.

Sebagai catatan, hindari bantuan pernapasan dari mulut ke mulut, serta hindari kontak dengan mutah korban yang terkontaminasi racun potas pada saat melakukan pertolongan pertama.[] (Raodatuljanah)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.