Akurat Logo

Perubahan Mood Saat Menjelang Menstruasi Hingga Setelahnya

Eko Krisyanto | 22 September 2023, 09:09 WIB
Perubahan Mood Saat Menjelang Menstruasi Hingga Setelahnya

AKURAT.CO Perubahan mood yang terjadi pada sebagain besar wanita menjelang menstruasi dan selama periode menstruasi sering disebut sebagai sindrom pramenstruasi (PMS). 

PMS sendiri adalah fenomena alami yang berkaitan dengan perubahan hormon dalam tubuh wanita selama siklus menstruasi mereka.

Perubahan mood yang terjadi selama PMS bisa sangat bervariasi dalam intensitasnya, dari yang ringan hingga yang cukup mengganggu.

Baca Juga: 5 Mitos Wanita Menstruasi, Cek Faktanya

Siklus Menstruasi, Fase Pertama

Siklus menstruasi pada wanita biasanya berlangsung selama sekitar 28 hari, tetapi panjang siklus dapat bervariasi  dari satu wanita ke wanita lainnya.

Dikutip dari beberapa sumber, siklus ini dibagi menjadi dua fase utama: fase luteal dan fase folikuler.

1. Pra-Menses (Fase Luteal)

Fase pra-menses, yang juga dikenal sebagai fase luteal adalah fase kedua siklus menstruasi yang dimulai Setelah ovulasi. Selama fase ini, kadar hormon progesterone meningkat secara signifikan. Kadar progesterone yang tinggi dapat mempengaruhi sistem saraf dan memicu perubahan mood.

Beberapa perubahan mood yang sering terjadi selama fase ini mencakup:

  • Iritabilitas: Ini ditandai dengan rasa mudah tersinggung atau marah tanpa alasan yang jelas
  • Kecemasan: Wanita biasanya merasa cemas, khawatir, atau tertekan
  • Perubahan suasana hati: Mood yang berubah-ubah dari bahagia ke sedih tanpa alasan yang jelas menjadi hal yang lumrah.

2. Fase Menstruasi

Saat menstruasi dimulai, sebagian besar wanita masih mengalami perubahan mood, yang disebabkan rasa ketidaknyamanan, seperti:

  • Kelelahan: rasa lelah karena perdarahan menstruasi dapat mempengaruhi suasana hati mereka.
  • Nyeri dan ketidaknyamanan fisik: rasa sakit dan ketidaknyamanan yang sering menyertai menstruasi dapat mempengaruhi mood secara keseluruhan.

Baca Juga: Malas Ganti Pembalut Saat Menstruasi? Hati-hati Banyak Dampak Negatifnya Lho

Siklus Menstruasi, Fase Kedua

Setelah menstruasi selesai, banyak wanita yang merasakan perubahan positif dalam mood mereka. ini terjadi karena kadar hormon kembali ke tingkat yang lebih stabil. Beberapa perubahan mood ini, mencakup:

  • Peningkatan energi: Dengan berakhirnya menstruasi, sebagian besar wanita merasa lebih bertenaga dan aktif dalam aktivitasnya.
  • Pemulihan emosional: Mood yang lebih stabil dan kembali ke kondisi emosional yang normal
  • Perasaan lega: merasa lega karena menstruasi telah selesai.

Mengelola Perubahan Mood

Mengelola perubahan mood selama siklus menstruasi dapat membantu mengurangi dampak negatifnya pada kehidupan sehari-hari. Berikut ada beberapa cara yang dapat membantu:

  • Manajemen stres: teknik relaksasi dapat membantu Mengatasi stress yang dapat memperburuk perubahan mood
  • Alihkan mood: mengalihkan perasaan negatif dengan sesuatu hal yang disukai, seperti baca buku, makan makanan kesukaan, menonton film dan kegiatan lainnya.
  • Istirahat yang cukup: pastikan untuk menjaga kualitas tidur yang baik. Durasi tidur yang memadai berkisar antara 5 hingga 8 jam per malam. Kualitas tidur yang cukup dapat berkontribusi dalam meningkatkan metabolisme tubuh dan mengelola perubahan emosi selama masa pra-menstruasi (PMS). Gangguan suasana hati saat PMS dapat dicegah dengan memastikan bahwa tubuh dalam keadaan sehat dan bugar.
  • Berolahraga: Selain memperbaiki kesehatan fisik secara menyeluruh, aktivitas fisik juga memiliki potensi untuk meningkatkan suasana hati dengan merangsang produksi hormon endorfin. Endorfin adalah hormon yang dapat menciptakan perasaan kebahagiaan. Pilihlah jenis kegiatan fisik yang di nikmati, seperti bersepeda, berenang atau berjalan kaki dan lakukanlah secara teratur selama sekitar 30-45 menit. (Ami Fatimatuz Zahro')
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK