Akurat

Mengenal Postpartum Blues Syndrome, Ini Faktor Dan Cara Mengatasinya

Syifa Ismalia | 7 September 2023, 10:02 WIB
Mengenal Postpartum Blues Syndrome, Ini Faktor Dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Kelahiran seorang bayi menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan dalam kehidupan seorang ibu. Namun, ternyata tidak selalu semuanya berjalan mulus setelah kelahiran.

Beberapa ibu mengalami perasaan cemas, sedih, atau bahkan depresi setelah melahirkan, yang dikenal sebagai Postpartum Blues Syndrome.

Apa Itu Postpartum Blues Syndrome?

Postpartum Blues Syndrome, atau dikenal sebagai baby blues, adalah kondisi emosional yang sering dialami oleh ibu setelah melahirkan. Ini merupakan kondisi yang umum, dan sebagian besar wanita mengalami perasaan ini beberapa hari setelah melahirkan.

Gejala umum yang biasanya dirasakan oleh para ibu yaitu perasaan sedih, cemas, mudah marah dan sensitif secara emosional. Gejala-gejala ini cenderung berlangsung selama beberapa hari hingga dua minggu setelah kelahiran bayi.

Faktor Penyebab Postpartum Blues Syndrome

1. Perubahan hormonal

Selama kehamilan, tubuh seorang wanita mengalami perubahan hormon yang signifikan. Setelah melahirkan, hormon-hormon ini kembali ke tingkat normal mereka dengan cepat. Perubahan hormon ini dapat memengaruhi suasana hati dan emosi.

2. Kurang tidur

Kelahiran bayi sering kali mengganggu pola tidur ibu. Kurang tidur dapat membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap stres dan perasaan cemas.

3. Perubahan dalam peran

Seiring dengan menjadi seorang ibu, seorang wanita juga menghadapi perubahan besar dalam perannya. Ini bisa menjadi sumber stres dan kecemasan.

4. Isolasi sosial

Setelah melahirkan, seorang ibu mungkin merasa terisolasi dan kesepian. Ini dapat meningkatkan perasaan sedih dan cemas.

5. Tantangan fisik

Proses pemulihan fisik setelah melahirkan bisa menjadi sulit. Rasa sakit, ketidaknyamanan, dan perubahan tubuh dapat memengaruhi suasana hati dan kesejahteraan mental.

6. Tekanan eksternal

Tekanan dari keluarga, teman-teman, atau masyarakat untuk menjadi ibu yang sempurna atau memiliki ekspektasi yang tinggi juga dapat memengaruhi emosi seorang ibu.

Mengatasi Postpartum Blues Syndrome

1. Mencari dukungan sosial

Berbicara dengan pasangan, teman, atau anggota keluarga yang dipercayai bisa sangat membantu. Mendapatkan dukungan emosional dari orang yang peduli dapat meredakan perasaan sedih dan cemas.

2. Beristirahat cukup

Meskipun tidur mungkin terganggu dengan kehadiran bayi yang baru lahir, penting untuk mencoba tidur sebanyak mungkin. Seorang ibu bisa meminta bantuan dari pasangan atau anggota keluarga untuk merawat bayi sehingga mempunyai waktu untuk istirahat.

3. Melakukan aktivitas fisik

Berolahraga ringan seperti berjalan kaki atau senam prenatal dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati. Namun, pastikan untuk berbicara dengan dokter sebelum memulai program latihan apa pun setelah melahirkan.

4. Makan makanan sehat

Gizi yang baik dapat memainkan peran penting dalam kesejahteraan mental. Makan makanan sehat dan cukup air dapat membantu menjaga energi dan suasana hati yang stabil.

5. Meditasi dan relaksasi

Praktek meditasi, yoga, atau teknik relaksasi lainnya dapat membantu mengatasi perasaan cemas dan stres. Ini juga dapat membantu seorang ibu tidur lebih nyenyak.

6. Melakukan terapi atau konseling

Jika baby blues masih berlanjut atau bahkan menjadi lebih parah, penting untuk mencari bantuan profesional. Terapis atau konselor dapat memberikan dukungan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi perasaan ini.

7. Jangan remehkan perasaan sendiri

Penting untuk tidak menekan atau meremehkan perasaan sendiri. Seorang ibu berhak merasa sedih atau cemas setelah melahirkan, dan mengungkapkan perasaan tersebut dapat membantu untuk pulih.

Postpartum Blues Syndrome adalah kondisi yang umum dialami oleh banyak ibu setelah melahirkan.

Meskipun bisa menjadi pengalaman yang menantang, dengan dukungan sosial, perawatan diri dan jika diperlukan, bantuan profesional, seorang ibu dapat mengatasi perasaan ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
W
Editor
Wahyu SK