Ketahui Penyebab Psikosis Postpartum Dan cara mengatasinya

AKURAT.CO Selain mengalami gejala baby blues, seorang ibu yang baru melahirkan juga dapat mengalami postpartum depression (PPD) dan psikosis postpartum.
Umumnya seorang ibu akan mengalami baby blues selama 14 hari pasca-melahirkan, yang ditandai dengan perubahan suasana hati, cemas, kesulitan tidur dan mudah tertekan.
Gejala depresi postpartum akan di alami oleh hampir 80 persen ibu pada hari-hari setelah melahirkan. Lantas apa itu psikosis postpartum pada ibu setelah melahirkan.
Apa Itu Psikosis Postpartum?
Dirangkum dari beberapa sumber, Selasa (5/9/2023), psikosis postpartum adalah penyakit mental yang sangat serius pada ibu pasca-melahirkan.
Gejala psikosis postpartum ini terjadi dengan cepat, biasanya dalam jangka waktu tiga bulan pertama pasca-melahirkan.
Gejala yang dialami oleh seorang ibu ialah kehilangan kontak dengan kenyataan, dan mengalami halusinasi pendengaran dan ilusi. Selain itu, psikosis postpartum membuat seorang ibu merasakan perasaan gelisah, insomnia, perasaan marah, mondar-mandir, gelisah serta perasaan dan perilaku aneh.
Jika dilihat dari gejalanya, psikosis postpartum tidak jauh berbeda dengan gejala baby blues dan postpartum depression (PPD). Perbedaannya hanya terdapat pada berapa lama dan seberapa berat gejala yang dialami oleh seorang ibu pasca melahirkan.
Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang ibu mengalami depresi postpartum, selain faktor menurunnya hormon estrogen dan progesteron yang drastis pasca-melahirkan sehingga menyebabkan perubahan perasaan dan perilaku pada seorang ibu.
Penyebab Psikosis Postpartum
Selain dari faktor penurunan hormon ada faktor lain yang menyebabkan terjadinya psikosis postpartum.
Berikut penyebab terjadinya psikosis postpartum:
- Pernah mengalami depresi sebelum atau selama masa kehamilan
- Gangguan bipolar
- Memiliki anggota keluarga yang menderita depresi
- Penyalahgunaan NAPZA
- Kesulitan dalam menyusui anak dan
- Hamil di usia muda dan memiliki banyak anak
Selain itu, kejadian-kejadian berat yang dialami oleh ibu pasca-melahirkan dapat membuatnya stres sehingga menyebabkan timbulnya salah satu dari gejala depresi postpartum, di antaranya:
- Kehilangan pekerjaan
- Masalah finansial
- Konflik yang terjadi di keluarga
- Komplikasi kehamilan
- Kelahiran bayi kembar dan
- Bayi yang dilahirkan mengalami cacat atau menderita penyakit tertentu
Mengatasi Gejala Psikosis Postpartum
Seorang ibu yang mengalami psikosis postpartum pasca melahirkan membutuhkan perawatan yang intensif dan secepat mungkin dan hampir setiap saat membutuhkan pengobatan.
Dari kasus yang jarang terjadi ibu dengan gejala psikosis postpartum membutuhkan perawatan di rumah sakit karena sangat berisiko dalam melukai dirinya sendiri, orang lain dan juga bayinya.
Apabila seorang ibu memiliki riwayat gangguan kecemasan atau depresi sebelumnya maka segera konsultasikan ke dokter saat melakukan pengecekan rutin kehamilan. Sehingga pada masa kehamilan, dokter bisa mengobservasi gejala kecemasan atau depresi selama masa kehamilan.
Setelah bayi lahir dokter akan merekomendasikan pemeriksaan rutin, guna mengetahui adanya tanda-tanda depresi atau depresi postpatrum.
Ada beberapa cara untuk mengatasi terjadinya gejala psikosis postpartum pasca-melahirkan, berikut ini caranya:
- Mengonsumsi Omega 3
- Atur pola makan
- Istirahat dan lakukan hobi
- Sering melakukan komunikasi dengan pasangan atau keluarga
- Lakukan konsultasi kepada ahli, apabila merasakan beban atau stres yang berlebihan dan lainnya.
Itulah penyebab dan cara mengatasi penyakit mental psikosis postpatrum pasca-melahirkan. Cegah gejala psikosis postpatrum lebih awal dan jangan lupa untuk segera konsultasikan kepada ahlinya, guna mencegah terjadinya gejala depresi postpatrum setelah melahirkan. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









