Akurat

Mengenal Infeksi Corona Pada Kucing Yang Memicu Kematian Mendadak

| 14 Juli 2023, 22:30 WIB
Mengenal Infeksi Corona Pada Kucing Yang Memicu Kematian Mendadak

AKURAT.CO, Mengenal infeksi corona pada kucing. Lebih dari 300 ribu kucing liar dan peliharaan di Siprus dilaporkan mati mendadak sepanjang 2023 akibat wabah Feline Infectious Peritonitis (FIP) yang disebabkan oleh Feline Coronavirus (FCoV). Virus corona yang menyerang kucing ini diketahui sangat menular ke sesama hewan mamalia, namun tak bisa menginfeksi manusia.

FIP juga bisa berakibat fatal atau menyebabkan kematian jika tidak ditangani. Di saat yang bersamaan, puluhan kucing di wilayah Sunter, Jakarta Utara juga dilaporkan mengalami kematian mendadak. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian, Suharini Eliawati mengatakan ada 21 ekor kucing yang mati mendadak di wilayah itu sejak 6 Juli lalu.

Mengenal Infeksi Corona Pada Kucing

Infeksi corona pada kucing adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang menyerang sistem pencernaan kucing. Virus corona kucing (FCoV) merupakan salah satu virus yang umum ditemukan pada kucing di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar infeksi corona pada kucing bersifat ringan atau tanpa gejala, terdapat jenis virus corona yang lebih agresif dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius.

Virus corona pada kucing menyebar melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi atau melalui tinja kucing yang terinfeksi. Kucing yang tinggal dalam lingkungan yang padat, seperti tempat penampungan kucing atau tempat tinggal yang berpopulasi tinggi, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena infeksi corona. Kucing-kucing yang stres, sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau yang belum divaksinasi juga lebih rentan terhadap infeksi.

Ada dua bentuk utama infeksi corona pada kucing, yaitu infeksi corona feline yang asimtomatik dan infeksi corona feline yang mengakibatkan Peritonitis Infeksius (FIP). Infeksi corona feline yang asimtomatik biasanya tidak menimbulkan gejala yang signifikan pada kucing. Kucing yang terinfeksi corona secara asimtomatik dapat mengeluarkan virus melalui tinja mereka dan menjadi sumber penularan untuk kucing lain.

Di sisi lain, FIP adalah bentuk yang lebih serius dari infeksi corona pada kucing. FIP terjadi ketika virus corona mengalami mutasi dalam tubuh kucing, mengubah karakteristik virus menjadi lebih virulen dan menyerang sistem kekebalan tubuh kucing. FIP dapat mempengaruhi organ-organ vital seperti hati, paru-paru, ginjal, dan sistem saraf pusat. Gejala FIP pada kucing dapat bervariasi, tetapi dapat mencakup penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, demam, perubahan perilaku, dan penumpukan cairan di perut atau dada.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua kucing yang terinfeksi corona akan mengembangkan FIP. Hanya sebagian kecil kucing yang terinfeksi yang mengalami mutasi virus yang mengarah ke FIP. Namun, ketika FIP terjadi, itu sering kali merupakan penyakit yang fatal dan sulit diobati.

Diagnosis infeksi corona pada kucing melibatkan pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan tes laboratorium. Tes laboratorium meliputi tes darah untuk mendeteksi antibodi terhadap virus corona dan tes cairan tubuh untuk mengkonfirmasi adanya peradangan dan kerusakan organ.

Sayangnya, tidak ada pengobatan yang efektif untuk FIP saat ini. Jika kucing Anda didiagnosis dengan FIP, fokus perawatan akan ditujukan pada manajemen gejala dan menjaga kualitas hidup kucing selama mungkin. Pilihan perawatan dapat meliputi penggunaan obat antiinflamasi, obat imunosupresif, atau prosedur untuk mengurangi penumpukan cairan di tubuh.

Untuk mencegah infeksi corona pada kucing, vaksinasi merupakan langkah yang penting. Vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko infeksi corona dan mengurangi kemungkinan terjadinya FIP. Namun, vaksinasi tidak menjamin perlindungan 100% terhadap infeksi corona. Oleh karena itu, penting juga untuk menjaga kucing Anda dalam lingkungan yang bersih, meminimalkan stres, dan menghindari kontak dengan kucing yang terinfeksi.

Secara keseluruhan, infeksi corona pada kucing dapat berkisar dari asimtomatik hingga bentuk yang lebih serius seperti FIP. Penting bagi pemilik kucing untuk memahami risiko infeksi corona dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi kucing mereka. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang infeksi corona pada kucing Anda, segeralah berkonsultasi dengan dokter hewan untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.