Akurat Logo

Kritik Pernyataan Ibu Gaga Muhammad, Dokter Jelaskan Alasan Laura Anna Harus Dioperasi

Jhon | 9 Januari 2022, 19:22 WIB
Kritik Pernyataan Ibu Gaga Muhammad, Dokter Jelaskan Alasan Laura Anna Harus Dioperasi

AKURAT.CO Ibu Gaga Muhammad, Janariyah membuat publik geram lantaran mempertanyakan alasan operasi yang pernah dilakukan Laura Anna. Menurut Janariyah, operasi tersebut sia-sia karena menurut dokter, kemungkinan untuk sembuh dari kelumpuhan akibat spinal cord injury hanya 1:1000. Janariyah pun bingung mengapa ibunda Laura Anna, Ameilia Edelenyi, tetap melakukan operasi tersebut. 

"Waktu di Mayapada, mamanya bilang (bahwa) dokter bilang operasi ini sebenarnya 1000: 1 yang bisa ini (selamat)," kata Janariyah, dikutip AKURAT.CO dari kanal YouTube Nikita Mirzani, Minggu (9/1/2022). 

"Saya bilang sama mamanya, kalau 1.000: 1 yang bisa sembuh, kenapa dilakukan," sambungnya.

Pernyataan Janariyah ini ternyata memicu seorang dokter bedah tulang, Asa Ibrahim angkat bicara. Lewat akun Twitter pribadinya, Asa menjelaskan alasan mengapa Laura Anna tetap harus dioperasi meski kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. 

"Saya mau bahas dikit terkait video viral terkait almarhum Laura kemarin, yang ada orang bilang buat apa operasi kalo kemungkinan sembuhnya kecil banget. Bahkan sebaliknya, pada kasus spinal cord injury dengan patah/dislokasi tulang leher ini harus banget dioperasi," tulis Asa Ibrahim. 

Asa menjelaskan bahwa Laura Anna mengalami dislokasi tulang cervical C4-C5 sehingga saraf penting di leher cedera berat. Kondisi ini mengharuskan Laura untuk menjalani operasi demi mengembalikan posisi tulang dan menstabilkan leher. Tak hanya itu saja, operasi tersebut juga berfungsi untuk menghilangkan nyeri dan meningkatkan proses penyembuhan. 

"Pada kasus almarhum Laura, dari sedikit MRI (dari SS reels alm), nampak adanya dislokasi tulang cervical C4 - C5. Akibat si tulang tidak pada tempatnya, saraf penting di leher cedera berat," ujarnya. 

"Kasus bilateral facet dislocation pada tulang leher ini merupakan suatu kasus emergency dan harus segera dilakukan operasi. Operasi yg dilakukan targetnya : mengembalikan posisi tulang,  meningkatkan proses penyembuhan saraf, menstabilkan leher, menghilangkan nyeri," tegas Asa. 

"Jadi target utama operasi adalah melonggarkan saraf yang terjepit dan cedera karena tulang yang tidak pada tempatnya," sebutnya. 

Menurut Asa, lewat operasi tersebut Laura diharapkan bisa menggerakkan leher dengan nyaman tanpa nyeri dan mampu melakukan berbagai aktivitas. Jadi, Asa menegaskan bahwa operasi tersebut sama sekali tidak sia-sia. 

"Ungkapan operasi itu sia-sia itu salah banget ya. Karena dengan operasi ada kemungkinan sarafnya sembuh, dan katakanlah sarafnya tidak sembuh, tapi pasien akan nyaman lehernya, tidak kesakitan, bisa beraktivitas dan menggerakkan leher dengan nyaman dan tidak nyeri," pungkasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jhon
C