Himpunan Dokter Mata Imbau Masyarakat Tak Percayai Klaim Kacamata Ion

AKURAT.CO Beberapa waktu ke belakang ini, tren penggunaan kacamata ion yang diklaim sebagai solusi untuk mengatasi berbagai penyakit mata beredar luas di masyarakat Indonesia.
Ada anggapan bahwa dengan mengunakan kacamata ion dapat mengatasi berbagai gangguan dan penyakit mata seperti mata minus, plus, silinder, mata kering, glaukoma, hingga katarak jika dipakai selama 8 jam sehari.
Informasi yang berkembang demikian dibantah mentah-mentah oleh dr. Gitalisa Andayani. Sp.M (K) dalam media gathering Optik Tunggal 90th Anniversary 'Benarkah Kacamata Ion Mampu Menyembuhkan Penyakit Mata Anda?' yang dihadiri AkuratHealth di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (18/11).
dr. Gita mengatakan bahwa penyakit mata seperti katarak terjadi pada anatomi mata, sedangkan untuk buta warna adalah penyakit kongenital atau bawaan lahir. Oleh sebab itu, penggunaan kacamata ion tidak akan bisa memberikan kesembuhan pada mata yang mengalami kerusakan kecuali hanya dengan tindakan operasi dan lasik.
Selain itu, dr. Gita juga mengatakan bahwa Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) telah memberikan surat pernyataan ke Kementerian Kesehatan Indonesia (KEMENKES) pada September silam.
Isi surat pernyataan tersebut dijelaskan oleh dr. Gita bahwa tidak ada satupun bukti ilmiah yang menyatakan terdapat kacamata khusus yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit mata sekaligus.
PERDAMI pun mengimbau agar masyarakat lebih jeli dan kritis terhadap berbagai klaim terapi penyakit, khususnya kelainan mata. Masyarakat diimbau untuk tidak tergiur dengan klaim tersebut dan tetap memeriksakan serta mendapatkan pelayanan kesehatan mata sesuai dengan standar medis yang ada.
dr. Gita juga menambahkan beberapa penyebab yang membuat masyarakat gampang terpengaruh memercayai klaim dari penjual kacamata ion. Faktor ekonomi turut memengaruhi.
"Jadi penyebabnya multifaktor, manusia ingin yang instan, maunya pengobatan yang cepat langsung ada hasil. Bila ada produk yang mengklaim mengobati mata tanpa operasi, hal seperti itu menarik buat masyarakat kita yang memang mudah percayaan. Kedua ada rasa takut karena beberapa pengobatan yang harus di tetes obat, di operasi, jadi takut kesakitan. Terus karena biaya yang tidak murah," jelasnya.
Karena pernyataan yang telah dikeluarkan oleh PERDAMI, dr. Gita mengimbau secara tegas kepada seluruh masyarakat di Indonesia untuk tidak lagi memercayai klaim-klaim dari corporate yang mencari untung tanpa kebenaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini




