Akurat

Benarkah Vaksin Bisa Menyebabkan Autisme?

| 27 November 2018, 13:34 WIB
Benarkah Vaksin Bisa Menyebabkan Autisme?

AKURAT.CO, Sistem kekebalan tubuh pada bayi tentu belum setangguh orang dewasa. Padahal, banyak penyakit bertebaran di lingkungan sekitar yang bisa saja berakibat fatal pada bayi. Untuk itulah, diperlukan vaksin agar kekebalan tubuh pada bayi meningkat sehingga bisa melawan virus atau bakteri yang mengancam kesehatannya.

Sayang, hingga saat ini masih banyak orangtua yang enggan memvaksin anaknya. Selain karena meragukan kehalalan bahan atau proses pembuatannya, tidak sedikit orangtua yang percaya vaksin ini bisa menyebabkan autisme. Namun, benarkah faktanya demikian?

Dilansir oleh AKURAT.CO dari WebMD, para ahli dengan tegas menyebut bahwa vaksin tidak menyebabkan autisme. Ada lebih dari belasan penelitian diujicobakan untuk membuktikan mitos tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan pembenaran dalam mitos itu.

Kontroversi ini awalnya muncul pada tahun 1998 saat para peneliti Inggris memublikasikan riset yang menyebut vaksin MMR (Measles-Mumps-Rubella) bisa menyebabkan autisme. Riset itu sebenarnya hanya meneliti 12 anak, tetapi berhasil menuai perhatian publik yang sangat besar. Ditambah lagi, pada saat yang sama terdapat peningkatan pesat jumlah anak-anak yang didiagnosa kelainan itu.

Riset itu pun menginspirasi dokter lainnya untuk melakukan penelitian terpisah demi membuktikan hubungan antara vaksin MMR dan autisme. Setidaknya dilakukan 12 penelitian lanjutan, tetapi tidak satu pun yang berhasil membuktikan bahwa vaksin bisa menyebabkan autisme.

Setelah itu, dilakukan penyelidikan untuk menelusuri bagaimana riset itu dilakukan. Jurnal yang memublikasikan riset itu juga ikut ditarik. Artinya, publikasi hasil riset itu telah terbantahkan.

Yang lebih mengejutkan lagi, tim penyelidik juga menemukan informasi adanya permainan uang di balik riset itu. Seorang pengacara diketahui membayar ketua peneliti sebesar 435.000 poundsterling agar ia membuktikan adanya hubungan antara vaksin dan autisme.

Belum selesai sampai di situ. Satu tahun setelahnya, publik mencurigai salah satu kandungan vaksin yang disebut thimerosal bisa menyebabkan autisme. Logam yang mengandung merkuri ini memang berbahaya untuk otak dan ginjal jika digunakan dalam dosis tinggi. Dokter sendiri menggunakan thimerosal untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur di dalam vaksin.

Untuk membuktikan hubungan antara thimerosal dan autisme, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat membiayai dilakukannya sembilan penelitian berbeda mengenai hal ini. Hasilnya, sama sekali tidak ditemukan hubungan antara thimerosal dan autisme. Artinya, thimerosal tidak menyebabkan autisme.

Selain itu, pada tahun 2004, Immunization Safety Review Committee of the Institute of Medicine memublikasikan laporan tentang hal ini. Mereka menelusuri semua riset tentang vaksin dan autisme, baik yang terpublikasi maupun yang tidak terpublikasi. Dirilis lebih dari 200 halaman, laporan iu menegaskan kalau tidak ada bukti yang menguatkan hubungan antara vaksin dan autisme. Kesimpulannya, vaksin bukanlah penyebab autisme. Jadi, orangtua tak perlu takut lagi memvaksin anak-anaknya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.