Studi: Wanita dengan ADHD Lebih Berisiko, Perlu Pendekatan Khusus Berdasarkan Gender

AKURAT.CO Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus, belajar, dan mengatur perilaku.
Gejala seperti kesulitan berkonsentrasi, gelisah, hiperaktif, dan kecemasan dapat muncul di segala usia.
Namun, sebuah penelitian terbaru di BMC Psychiatry mengungkapkan, wanita dengan ADHD cenderung lebih sering terlibat dalam perilaku berisiko dibandingkan pria.
Studi ini melibatkan 62 partisipan berusia 18-60 tahun, terdiri dari 29 orang dewasa dengan ADHD (16 pria dan 13 wanita) dan 33 individu tanpa ADHD (14 pria dan 19 wanita).
Para peserta mengikuti Balloon Analogue Risk Task (BART), sebuah simulasi yang menguji toleransi risiko. Dalam tugas ini, mereka melihat balon yang mengembang otomatis di layar.
Semakin besar balon tersebut, semakin tinggi potensi keuntungan finansialnya—namun, balon yang terlalu besar dapat meledak dan menyebabkan kerugian.
Baca Juga: Meski Anggaran Turun, Pemerintah Bakal Jamin Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Peneliti mencatat respons psikologis peserta melalui perubahan konduktansi kulit, serta mengevaluasi kompetensi emosional, persepsi risiko, dan sensitivitas terhadap umpan balik melalui kuesioner.
Hasilnya menunjukkan, wanita dengan ADHD cenderung lebih sering mengambil risiko dibandingkan pria saat menjalani tugas BART.
Selain itu, mereka juga memiliki tingkat kesadaran yang lebih rendah terhadap perilaku berisiko mereka sendiri, berdasarkan penilaian mandiri.
Meskipun demikian, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam respons konduktansi kulit antara pria dan wanita dengan ADHD.
Temuan ini menjadi pengingat penting akan perlunya pendekatan pengobatan berbasis gender untuk menangani ADHD.
Dengan memahami bagaimana pria dan wanita berbeda dalam merespons kondisi ini, penyedia layanan kesehatan dapat merancang terapi yang lebih efektif dan personal.
Baca Juga: Komisi IX DPR: Perempuan Berpolitik Tak Menentang Agama
Penelitian ini menegaskan, meningkatkan kesadaran tentang dampak ADHD pada perilaku risiko, terutama pada wanita, adalah langkah vital untuk mendukung pengelolaan kondisi ini secara optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







