Honor Dikabarkan Siapkan Ponsel Kedua dengan Baterai 10.000mAh

AKURAT.CO Setelah kemunculan Honor Power 2 dengan baterai jumbo 10.000mAh yang telah lolos sertifikasi di Tiongkok, perusahaan tampaknya belum puas. Kabarnya, Honor sedang menyiapkan satu lagi ponsel dengan kapasitas baterai serupa.
Menurut sumber dari Digital Chat Station (DCS), perangkat kedua ini sudah memasuki tahap produksi percobaan di Tiongkok. Baterainya memiliki kapasitas nominal 9.755mAh dengan nilai tipikal sekitar 9.900mAh, dan kemungkinan mencapai angka penuh 10.000mAh setelah proses akhir.
Kabar ini semakin memperkuat spekulasi setelah Honor Power 2 lebih dulu muncul di database sertifikasi 3C dengan kapasitas baterai 9.886mAh. Hal ini menunjukkan keseriusan Honor dalam menghadirkan perangkat berdaya besar.
Teknologi baterai silikon-karbon menjadi faktor utama di balik peningkatan kapasitas tersebut. Inovasi ini membuat ponsel dapat menyimpan lebih banyak daya tanpa membuat ukuran atau bobotnya bertambah signifikan, sebagaimana dikutip dari Gizmochina, Minggu (9/11/2025).
Belum ada konfirmasi resmi mengenai model baru ini, namun laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa Honor GT 2 bisa menjadi kandidat kuat. Perangkat tersebut dikabarkan akan membawa baterai lebih dari 9.000mAh dan ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite.
Versi GT 2 Pro disebut-sebut akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5, lengkap dengan fitur sensor sidik jari ultrasonik 3D serta ketahanan air berstandar IP68 dan IP69. Ini menunjukkan ambisi Honor menghadirkan performa flagship dengan daya tahan luar biasa.
Sementara itu, Honor Power 2 diperkirakan akan memakai chip MediaTek Dimensity 8500 dan layar OLED LTPS 6,79 inci beresolusi 1,5K. Meski memiliki baterai besar, ponsel ini diklaim tetap ramping dengan ketebalan sekitar 8mm.
Selain itu, Power 2 juga dirumorkan memiliki sensor sidik jari optik di bawah layar serta bodi tahan jatuh. Jika semua kabar ini benar, Honor tampaknya siap menantang batas efisiensi dan ketahanan daya di pasar smartphone modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









