Bahaya Gadget Berlebihan pada Anak dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Orang tua tidak hanya perlu mengawasi tontonan televisi anak, tetapi juga membatasi waktu bermain gadget. Pembatasan ini penting agar anak terhindar dari kecanduan yang bisa berdampak negatif pada tumbuh kembangnya.
Meskipun gadget memudahkan anak mengakses informasi dan hiburan, penggunaan berlebihan berisiko menimbulkan efek buruk. Oleh karena itu, durasi screen time anak perlu diperhatikan dengan ketat.
Para ahli merekomendasikan maksimal 1-2 jam per hari untuk anak menggunakan gadget. Rincian durasi menurut usia:
- Anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak diberikan akses gadget, kecuali anak di atas 1,5 tahun dengan pengawasan orang tua maksimal 1 jam per hari.
- Anak 2-5 tahun disarankan bermain gadget 1 jam per hari dengan konten berkualitas.
- Anak 6 tahun ke atas boleh menggunakan gadget sesuai kesepakatan bersama orang tua, misalnya akhir pekan atau maksimal 2 jam per hari.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (12/10/2025), durasi ini berlaku untuk gadget, TV, dan komputer/laptop. Semua screen time harus diperhatikan agar anak tidak terlalu lama di depan layar.
Kecanduan gadget pada anak dapat menimbulkan berbagai masalah yang berdampak pada tumbuh kembangnya. Beberapa dampak tersebut meliputi antara lain:
1. Gangguan perkembangan kognitif
Anak yang terlalu lama menatap layar berisiko terlambat berkembang kemampuan fokus, kosakata dan komunikasi.
2. Kesulitan berempati
Interaksi sosial diperlukan untuk membentuk empati, yang tidak bisa digantikan oleh permainan digital.
3. Malas berpikir
Gadget interaktif membuat anak kurang berimajinasi, berbeda dengan stimulasi dari buku atau permainan kreatif.
4. Risiko kelebihan berat badan
Duduk terlalu lama dan kurang bergerak meningkatkan kemungkinan obesitas dan menurunnya daya tahan tubuh.
5. Gangguan perilaku
Anak bisa mengalami kesulitan mengontrol emosi, tidak mau mendengar orang tua, dan rentan ADHD.
6. Keluhan kesehatan fisik
Bermain gadget terlalu lama dapat menyebabkan sakit tangan, leher, kepala, mata kering, hingga minus.
Untuk membatasi gadget, orang tua bisa menerapkan beberapa cara:
- Tetapkan aturan durasi sesuai usia anak.
- Tentukan jadwal bebas gadget, misalnya saat makan atau menjelang tidur.
- Pilih aplikasi edukatif yang bermanfaat.
- Letakkan gadget di ruang bersama agar aktivitas anak bisa dipantau.
- Gantikan waktu gadget dengan aktivitas fisik atau kreatif, seperti menggambar atau bermain sepeda.
- Hindari memberi gadget untuk menenangkan anak yang rewel.
Orang tua juga perlu mencontoh disiplin yang sama, seperti tidak menggunakan gadget saat bersama anak. Dengan begitu, anak belajar tidak bergantung pada perangkat elektronik.
Jika anak terlihat kecanduan atau merasa diperlakukan tidak adil, segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater. Penanganan profesional penting untuk membantu anak kembali seimbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








