Ponsel Emas Trump Diklaim Buatan AS, Benarkah Demikian?

AKURAT.CO Ponsel Trump T1 yang diperkenalkan keluarga Trump menarik perhatian karena diklaim sebagai produk 'buatan Amerika'. Namun, klaim tersebut tidak sejalan dengan kenyataan industri elektronik global saat ini.
Trump T1 tampil mencolok dengan balutan emas dan harga $499 (sekitar Rp8,1 jutaan). Ponsel ini memiliki layar AMOLED 6,8 inci, RAM 12GB, penyimpanan 256GB dan kamera utama 50MP.
Namun, spesifikasi penting seperti prosesor justru tidak disebutkan. Hal ini menimbulkan kecurigaan karena sebagian besar prosesor smartphone masih diproduksi di luar negeri.
Beberapa analis menduga T1 sebenarnya hanya versi rebranding dari Revvl 7 atau Coolpad X100. Kedua ponsel asal China ini punya spesifikasi serupa dan dijual seharga sekitar $200 (Rp3,2 jutaan).
Meski Donald Trump Jr. dan Eric Trump menyebut T1 'pada akhirnya' akan diproduksi di AS, pernyataan itu dinilai kurang transparan. Hal ini menimbulkan keraguan tentang keaslian klaim produksi lokal mereka.
Komisi Perdagangan Federal (FTC) memiliki aturan ketat soal pelabelan 'Made in USA'. Label ini hanya bisa digunakan jika hampir semua komponen dibuat dan dirakit di dalam negeri.
Todd Weaver, CEO perusahaan elektronik AS Purism, menyebut klaim semacam ini bisa menyesatkan. Bahkan Purism yang memproduksi elektronik di AS pun tak bisa mengklaim ponselnya sepenuhnya 'Made in America' karena masih memakai chip dari Korea Selatan.
"Saya tidak membuat klaim itu dan saya memproduksi semua elektronik di AS," ujar Weaver, dikutip dari Engadget, Jumat (20/6/2025).
Meski keluarga Trump mencoba memanfaatkan sentimen patriotik untuk memasarkan ponsel ini, kenyataannya tidak semudah itu. Membuat smartphone sepenuhnya di AS masih hampir mustahil dilakukan.
Industri global sangat bergantung pada rantai pasok lintas negara. Bahkan perusahaan besar seperti Apple pun belum mampu memproduksi iPhone sepenuhnya di Amerika.
Trump T1 rencananya mulai dijual pada September mendatang. Namun tanpa bukti produksi lokal yang jelas, ponsel ini belum layak menyandang label 'buatan Amerika' dan bisa memicu tindakan hukum dari FTC jika terbukti menyesatkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat




