Cara Ngecas Laptop Dengan Aman, Bikin Baterai Tahan Lama

AKURAT.CO Cara mengecas laptop dengan aman perlu diketahui agar baterai awet tahan lama.
Sebab, overcharging atau menancapkan charger laptop secara terus menerus ke aliran listrik
Untuk laptop modern memang sudah lebih pintar karena hanya akan mengecas sedikit demi sedikit kalau kapasitasnya turun (trickle charging) dan memakai daya dari charger (bukan baterai) ketika terhubung listrik.
Namun meski begitu, apabila dilakukan terus menerus pun tetap memiliki dampak buruk terhadap baterai laptop.
Sebelum mengetahui cara mengecas laptop dengan aman.
Berikut ini alasan charger laptop tidak boleh dicolok secara terus menerus.
Voltase Dapat Mempengaruhi Umur Baterai Laptop
Baterai lithium mengalami kenaikan voltase seiring dengan kenaikan isi kapasitasnya. Semakin banyak terisi, maka voltase juga akan semakin tinggi. Voltase sendiri mempengaruhi proses penuaan secara kimiawi alias chemical aging.
Dengan kata lain, terlalu sering mengisi baterai lithium sampai penuh atau membiarkannya sampai nyaris kosong dapat memperpendek umur baterai.
Demikian juga dengan terus menerus menancapkan laptop ke charger sehingga kapasitasnya tak pernah turun dari 100 persen. Maka baterai akan selalu dalam kondisi stres di mana voltase tinggi dan proses penuaan kimiawi berlangsung cepat.
Cara Mengecas Laptop dengan Aman
Baterai lithium idealnya dijaga agar jangan sampai benar-benar kosong atau penuh, pada kisaran 30-70 persen dari kapasitas umum.
Pengguna dapat mengecas laptop sampai rentang tersebut, lalu mematikan laptop dan melepas baterainya sebelum dihubungkan lagi ke charger jika memungkinkan.
Pada kasus laptop yang baterainya tidak dapat dilepas, bolak-balik mencabut dan menancapkan charger juga akan memperngaruhi kapasitas baterai.
Namun, pengguna dapat memanfaatkan fitur Smart Charging yang akan membatasi pengecasan sehingga tidak sampai 100 persen untuk memperpanjang umur baterai.
Perlu diingat juga untuk tidak menggunakan charger palsu atau abal-abal. Sebab, charger abal-abal memiliki kualitas komponennya lebih rendah sehingga kualitas keluaran listriknya pun buruk dan dapat merusak baterai.
Charger palsu juga sangat berbahaya karena rentan korslet dan terbakar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







