Akurat

Waspada! Ini 5 Bahaya Konsumsi Beras Oplosan

Eko Krisyanto | 21 Juli 2025, 15:42 WIB
Waspada! Ini 5 Bahaya Konsumsi Beras Oplosan

AKURAT.CO Beras adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia.

Namun, belakangan ini muncul praktik tidak bertanggung jawab berupa pengoplosan beras yang dapat menimbulkan bahaya konsumsi beras oplosan bagi kesehatan.

Apa Itu Beras Oplosan dan Mengapa Berbahaya?

Beras oplosan adalah beras yang dicampur dengan bahan lain yang tidak seharusnya ada atau dalam komposisi yang tidak sesuai standar.

Praktik pengoplosan bisa terjadi dengan berbagai modus, mulai dari mencampur beras berkualitas rendah dengan beras berkualitas tinggi, atau bahkan mencampur beras dengan bahan non-pangan seperti plastik atau pemutih yang berbahaya. Tujuannya tentu untuk meraup keuntungan lebih besar dengan menekan biaya produksi.

Pemerintah melalui berbagai lembaga terkait telah berulang kali mengingatkan masyarakat tentang risiko ini.
 
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan, peredaran pangan olahan yang tidak memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
 
Beras oplosan jelas termasuk dalam kategori ini karena berpotensi mengandung zat-zat berbahaya yang tidak layak konsumsi.

Dampak Buruk Bahaya Konsumsi Beras Oplosan pada Kesehatan

Meskipun terlihat mirip dengan beras asli, bahaya konsumsi beras oplosan sangatlah serius dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Berikut beberapa di antaranya:

  • Gangguan Pencernaan Akut: Bahan tambahan yang tidak seharusnya ada dalam beras, seperti plastik atau zat kimia industri, tidak dapat dicerna oleh tubuh. Ini bisa menyebabkan mual, muntah, diare, sakit perut hebat, hingga keracunan akut.
  • Kerusakan Organ Internal: Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia berbahaya atau partikel non-pangan dapat memicu kerusakan serius pada organ vital seperti ginjal, hati, dan paru-paru. Zat-zat ini dapat terakumulasi dalam tubuh dan mengganggu fungsi organ secara bertahap.
  • Risiko Kanker: Beberapa bahan kimia yang digunakan dalam pengoplosan, terutama pemutih atau pewarna tekstil, diketahui bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Konsumsi rutin dalam jangka waktu lama bisa meningkatkan risiko penyakit mematikan ini.
  • Kekurangan Gizi: Beras oplosan seringkali memiliki kualitas gizi yang sangat rendah, bahkan hampir tidak ada. Jika terus-menerus dikonsumsi, tubuh akan kekurangan nutrisi esensial yang diperlukan untuk fungsi normal, menyebabkan malnutrisi dan rentan terhadap berbagai penyakit.
  • Reaksi Alergi dan Iritasi: Kandungan asing dalam beras oplosan dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif, menyebabkan gatal-gatal, ruam kulit, atau bahkan masalah pernapasan yang serius.
Bahaya dari konsumsi beras oplosan adalah ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.
 
Beras yang kita konsumsi sehari-hari haruslah aman dan bergizi.
 
 
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan teliti dalam memilih, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari risiko yang tidak diinginkan.
 
Jangan pernah kompromi dengan kualitas pangan demi harga murah!
 
Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R