Akurat

Hindari 6 Jenis Makanan Ini untuk Mengurangi Lemak di Perut

Arief Rachman | 4 Januari 2025, 23:00 WIB
Hindari 6 Jenis Makanan Ini untuk Mengurangi Lemak di Perut

AKURAT.CO Menghilangkan lemak di area perut bukanlah proses instan. Dibutuhkan pendekatan holistik yang mencakup pola makan sehat, olahraga teratur, manajemen stres, dan gaya hidup yang seimbang.

Salah satu langkah penting untuk mencapai perut yang lebih ramping adalah membatasi konsumsi makanan tertentu yang diketahui berkontribusi terhadap penumpukan lemak.

Berikut adalah enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (4/1/2025).

1. Daging Olahan

Daging olahan seperti sosis, bacon, daging asap, dan pepperoni tidak hanya berisiko meningkatkan kanker kolorektal tetapi juga dapat memperbesar lingkar pinggang.

Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi daging olahan dan menggantinya dengan makanan utuh seperti buah-buahan atau produk susu dapat membantu mencegah penumpukan lemak di perut.

Baca Juga: 509.473 Kendaraan Kembali ke Jabotabek Usai Libur Tahun Baru 2025, Melonjakan 26,65 Persen

2. Roti Putih

Roti putih, yang terbuat dari biji-bijian olahan, memiliki kadar serat dan nutrisi yang jauh lebih rendah dibandingkan roti gandum utuh.

Sebuah studi besar yang melibatkan lebih dari 2.800 orang dewasa menemukan bahwa konsumsi biji-bijian olahan, seperti yang terdapat pada roti putih, berkaitan dengan peningkatan lemak visceral, jenis lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam perut.

3. Permen

Permen adalah "bom kalori" yang mengandung banyak gula tetapi minim serat atau protein, sehingga tidak memberikan rasa kenyang.

Konsumsi permen secara berlebihan tidak hanya menambah berat badan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap penumpukan lemak perut.

4. Saus Salad Kemasan

Meskipun salad sering dianggap sebagai makanan sehat, banyak saus salad kemasan mengandung lemak trans atau lemak jenuh yang tinggi.

Menurut Harvard Health, mengganti lemak trans dengan lemak tak jenuh, seperti yang ditemukan pada minyak zaitun, dapat membantu mengurangi lemak perut.

5. Snack Bar Pengganti Makanan

Meskipun dipasarkan sebagai alternatif makanan sehat, snack bar ini sering kali penuh dengan gula tambahan dan kurang serat.

Menggunakan snack bar sebagai pengganti makanan utama dapat menyebabkan rasa lapar yang lebih cepat, sekaligus melewatkan kesempatan untuk mendapatkan nutrisi penting seperti serat, yang membantu mengurangi lemak di area perut.

6. Makanan Cepat Saji yang Digoreng

Gorengan dari restoran cepat saji, seperti kentang goreng, dikenal mengandung lemak trans yang tinggi, terutama jika menggunakan minyak jagung.

Penelitian juga mengungkap bahwa makanan cepat saji, yang termasuk dalam kategori "ultra-proses," berhubungan langsung dengan peningkatan lemak visceral.

Baca Juga: Liga 1: Persija Jakarta Resmi Perpanjangan Kontrak Rayhan Hannan Sampai Akhir Musim

Selain itu, studi dalam Journal of Preventive Medicine and Hygiene menyebutkan bahwa makanan cepat saji meningkatkan risiko obesitas perut.

Mengelola lemak perut membutuhkan perubahan gaya hidup yang konsisten, termasuk menjaga pola makan.

Dengan mengurangi konsumsi keenam jenis makanan ini dan menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat, Anda dapat secara efektif mengurangi lemak perut dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.