Akurat

Catat, Ini 4 Makanan yang Harus Dihindari saat Sahur

Iwan Gunawan | 23 Maret 2024, 03:00 WIB
Catat, Ini 4 Makanan yang Harus Dihindari saat Sahur

AKURAT.CO Ketika berpuasa, umat Muslim perlu memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Sayangnya, kebanyakan orang malas membuat makanan yang sehat saat sahur, sehingga lebih memilih makanan siap saji. Pilihan ini kemungkinan akan membuat tubuh mudah lelah dan dehidrasi sepanjang hari.

Maka dari itu, jangan sembarangan makanan saat sahur. Hal ini dikarenakan makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi energi dan kenyamanan saat puasa.

Baca Juga: Apakah Puasa Tetap Sah Jika Telat Sahur? Ini Penjelasannya

Dikutip dari Masnad Health Clinic, Jumat, (22/3/2024), berikut makanan yang harus dihindari saat sahur.

1) Makanan asin

Garam tidak hanya dapat meningkatkan tekanan darah, tetapi juga dapat membuat tubuh mudah merasa haus di siang hari. Makanan asin yang umum disantap saat sahur antara lain mie instan, makanan olahan seperti keripik, keju asin seperti keju haloumi, dan acar.

Coba taburkan lebih sedikit garam pada makanan dan bandingkan merek makanan kemasan untuk mengetahui mana yang mengandung lebih sedikit garam. Lakukan cara ini dengan memeriksa label nutrisi untuk natrium dan menargetkan 120mg atau kurang per 100g.

2) Makanan yang tinggi lemak

Lemak sangat penting dalam makanan, namun sering kali kita mengonsumsi jenis lemak yang salah dan dalam jumlah yang sangat banyak. Makanan yang digoreng sangat digemari saat sahur.

Makanan tinggi lemak lainnya yang biasa disantap saat sahur adalah makanan yang banyak mengandung keju, mentega, dan daging olahan. Makanan-makanan ini menyebabkan sakit maag, memperparah refluks asam dan peradangan, serta memiliki jumlah kalori yang sangat besar, sehingga wajar jika berat badan orang bertambah selama bulan Ramadhan.

Selain itu, menghindari lemak jenuh yang terdapat pada produk hewani seperti produk susu berlemak tinggi, daging olahan dan mentega, serta minyak kelapa dan minyak sawit (yang banyak ditemukan pada makanan olahan) juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko darah tinggi lipid dan penyakit jantung.

Sebagai alternatifnya, cobalah mengganti jenis lemak tersebut dengan sumber lemak yang lebih sehat dalam jumlah terbatas. Sumber yang lebih sehat ini termasuk lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan alpukat, serta omega 3 dan omega 6 dari ikan dan kacang-kacangan.

 

3) Gula sederhana

Kebiasaan umum selama Ramadhan adalah menyantap makanan manis. Makanan manis ini membuat tubuh merasa sangat lesu hanya 1 atau 2 jam setelah sahur.

Sebab, makanan tersebut mengandung gula sederhana yang melepaskan energi dengan sangat cepat dan dalam waktu singkat. Mereka juga dengan cepat meningkatkan kadar gula darah, sehingga menyebabkan pelepasan insulin dalam jumlah besar yang membuat tubuh mudah merasa lelah.

Selain itu juga hindari makanan mengandung gula olahan seperti sereal olahan, serta karbohidrat olahan seperti tepung putih, roti, dan nasi karena juga mengandung gula sederhana dan rendah serat. Makanan tersebut dapat membuat tubuh sakit dan lapar dengan cepat.

Baca Juga: Asal-usul Sahur Puasa, Banyak Muslim Belum Mengetahui Secara Utuh!

4. Makanan pedas

Makanan pedas memicu iritas pada lambung, meningkatkan asam lambung dan rasa haus berlebihan. Hal ini dikarenakan ada kandungan capsaicin yang memberi rasa pedas, sehingga menimbulkan rasa sakit dan panas di mulut serta tenggorokan. Akibatnya tubuh akan dehidrasi karena banyak mengeluarkan cairan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.