Bukan Hanya Tempe, Ini 7 Makanan Indonesia Yang Difermentasi

AKURAT.CO Indonesia dengan kekayaan warisan kuliner yang luar biasa, mulai dari makanan khas daerah, camilan, minuman, hingga jajanan.
Dalam proses pembuatannya, ada makanan yang dihasilkan dari fermentasi terlebih dulu. Fermentasi adalah proses biologis di mana mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau jamur digunakan untuk mengubah bahan makanan menjadi bentuk yang lebih awet dan memiliki rasa yang khas.
Baca Juga: Pemerintah Kembangkan Teknologi Pintar Fermentasi Biji Kakao Hanya dalam Satu Hari
Di Indonesia, fermentasi telah lama menjadi bagian penting, terutama dalam menghasilkan beberapa hidangan, sehingga menghasilkan beragam makanan yang khas dan lezat, lalu apa saja hidangan makanan tersebut?
1. Tempe
Tempe menjadi simbol utama dan yang paling banyak diketahui orang cara pengolahannya, yakni difermentasi.
Dibuat dari kedelai yang difermentasi dengan bantuan jamur Rizhopus oligosporus, tempe menjadi sumber protein nabati yang kaya, yang dapat membantu pencernaan.
Selain itu, proses fermentasi menghasilkan enzim-enzim yang meningkatkan ketersediaan nutrisi, sehingga tempe menjadi makanan yang bergizi.
2. Tape singkong
Tape singkong adalah hasil fermentasi yang memberikan rasa manis serta aroma yang unik.
Proses fermentasi tersebut melibatkan ragi atau bakteri asam laktat, yang bisa mengubah pati singkong menjadi gula.
Selain enak, karena bisa langsung dimakan, biasanya tape singkong juga bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue.
3. Tape ketan
Seperti halnya tape singkong, tape ketan juga melewati proses fermentasi dengan ragi.
Ragi ini memberikan rasa khas pada tape, selain itu tape ketan ini juga biasanya sering digunakan untuk membuat kue atau minuman khas Indonesia.
4. Tempoyak
Tempoyak adalah makanan tradisional Indonesia, makanan ini dihasilkan dari fermentasi daging buah durian.
Proses fermentasi memberikan tempoyak lebih berasa, beraroma, dan memiliki tekstur yang khas.
Tempoyak dibuat dengan cara menghancurkan daging buah durian yang matang, kemudian menggilingknya menjadi bubur kasar. Setelah itu dibiarkan difermentasi selama beberapa hari.
5. Terasi
Terasi adalah salah satu bahan dapur yang terbuat dari udang atau ikan yang difermentasi.
Terasi dibuat dengan menghancurkan atau menggiling udang atau ikan bersaman dengan garam, kemudian dibiarkan untuk difermentasi selama beberapa hari.
Proses fermentasi ini menghasilkan bau terasa yang kuat dan khas.
6. Jambal roti
Jambal roti adalah hasil fermentasi ikan, biasanya yang digunakan adalah ikan teri.
Proses fermentasi tersebut bisa mengubah rasa dan tekstur ikan, memberikan cita rasa yang gurih dana sin.
Jambal roti sering digunakan menjadi lauk, dengan digoreng terlebih dahulu, atau ditambahi bumbu untuk diolah menjadi masakan.
Baca Juga: Mengenal Cincalok, Makanan Fermentasi yang Bisa Jadi Sambal
7. Bekasam
Selanjutnya ada bekasam, yakni makanan fermentasi khas Sumatera Selatan.
Proses fermentasi ini melibatkan ikan asin dan diberikan bumbu, seperti garam, bawang merah, bawang putih, cabai, dan nasi.
Dari tempe hingga bekasam, Indonesia memiliki beragam makanan khas dengan pengolahan fermentasi. Proses tersebut tidak hanya meningkatkan rasa makanan, tetapi juga menawarkan manfaat gizi yang beragam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









