Wajib Coba, Inilah Jenis-Jenis Martabak Yang Populer Di Indonesia

AKURAT.CO Martabak menjadi inspirasi cemilan untuk bersantai yang populer di Indonesia. Tentunya, martabak memiliki cita rasa yang unik dan lezat.
Dengan rasa lembut, manis ataupun gurihnya martabak yang sangat khas di lidah masyarakat.
Orang yang pertama kali memperkenalkan martabak di Indonesia adalah Hioe Kiew Sem yang berasal dari Jebus, Kepulauan Bangka.
Baca Juga: Siapa Sangka, Ternyata Inilah 5 Manfaat Makan Martabak Manis
Martabak sendiri biasanya terbuat dari adonan tepung terigu, telur serta bahan isian seperti, keju, coklat, kacang, daging dan lain-lain.
Namun, martabak yang terkenal hanya martabak manis dan telur. Padahal martabak memiliki berbagai macam rasa yang menjadi daya tarik tersendiri.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (18/9/2023), inilah ragam jenis martabak di Indonesia yang harus dicoba.
Baca Juga: Resep Martabak Lipat Mini, Mudah Dan Praktis
1. Martabak Kubang Mesir, Padang
Martabak ini merupakan ciri khas dari daerah Kubang, Payakumbuh, Sumatera Barat. Isian dari martabak ini adalah daging sapi yang dicacah serta ditambahkan irisan bawang.
Martabak Kubang juga memiliki ketebalan yang lebih tebal dibandingkan martabak India, serta memiliki kulit di bagian dalamnya. Sehingga saat dimakan memiliki tekstur gurih yang dicampur dengan telur yang telah dibumbui.
Martabak Kubang Mesir sangat cocok dimakan bersama-sama di kala waktu bersantai. Selain itu, martabak ini sering disebut juga martabak mesir karena disajikan dengan kuah rasa pedas, asam, dan manis.
2. Hok Lo Pan, Bangka Belitung
Martabak ini merupakan nama asli dari martabak manis yang berasal dari Bangka Belitung. Namun, di wilayah Jabodetabek makanan ini lebih dikenal sebagai martabak Bangka. Secara harfiah, arti dari Hok Lo Pan adalah kue orang-orang Hok Lo.
Proses pembuatan Hok Lo pan cukup mudah dengan menggunakan olahan tepung terigu yang diolesi dengan mentega, lalu tambahkan coklat butir yang dicampur dengan kacang tanah dan wijen, dan terakhir berikan susu kental manis sesuai selesai. Variasi Hok Lo pan semakin banyak, salah satunya potongan pisang, selai strawberry dan blueberry dan lain-lainnya. Tetapi, Hok Lo Pan yang asli hanya memakai wijen sebagai isiannya.
3. Martabak Aceh
Martabak Aceh hanya dapat ditemui di rumah makan khas Aceh. Tampilan dari martabak ini sekilas seperti telur dadar. Ukuran martabak ini tidak terlalu tebal maupun tipis.
Proses pembuatannya seperti martabak telor, dengan menggoreng kulit martabaknya terlebih dahulu, lalu bagian belakang kulit di lumuri dengan telur yang telah dikocok. Setelah itu, tambahkan bawang merah dan daun bawang yang telah dipotong dan yang paling penting menambahkan acar bawang dan cabe rawit sebagai pelengkap hidangan ini.
4. Martabak Usus, Gresik
Martabak ini memiliki ciri khas berisi bihun dengan campuran, berupa sawi dan wortel serta usus ayam yang telah diolah dengan bumbu yang kaya rasa. Martabak Usus Gresik seringkali disajikan dengan sambal pedas sebagai pendampingnya.
5. Martabak Piring, Medan
Martabak khas indonesia selanjutnya yaitu martabak piring khas Medan. Biasanya dimasak menggunakan piring lebar yang terbuat dari seng. Rasa dari martabak ini seperti crepes karena memiliki dua jenis martabak piring yaitu tebal dan tipis. Isiannya juga beragam, mulai dari coklat, keju, hingga kacang. Martabak Piring Medan dikenal dengan cita rasa manis yang khas.
6. Martabak Bolu, Bandung
Martabak bolu memiliki tekstur seperti kue bolu pada umumnya. Martabak ini memiliki kulit yang lebih tipis dan tidak menjadi keras ketika berada di suhu ruang dalam waktu yang lama. Permukaan martabak bolu tidak dilapisi dengan mentega sehingga tidak berminyak, seperti martabak manis yang sering ditemukan.
7. Martabak HAR, Palembang
Martabak HAR adalah salah satu kuliner yang terkenal di Palembang. Martabak ini biasanya diisi dengan berbagai jenis daging, seperti daging sapi atau daging ayam yang telah diolah dengan bumbu khas Palembang.
Martabak HAR Palembang sering kali disajikan dengan kuah gulai yang kaya rasa. Lalu, untuk menambah rasa asam dan pedas, martabak HAR disajikan dengan cabai rawit yang dicampur kecap asin. Sebagian isi martabak ini terinspirasi dari pembuatan pempek kapal selam yang juga merupakan salah satu makanan khas Palembang.
Dalam menambah rasa pedas dan asam, biasanya martabak HAR ditambah dengan cabai rawit yang dicampur dengan kecap asin. Isi martabak ini sendiri terinspirasi dari pempek kapal selam yang berasal dari Palembang.
Itulah beberapa jenis martabak dari berbagai daerah di Indonesia. Martabak sendiri menjadi salah satu warisan kuliner Indonesia yang populer dan digemari oleh semua kalangan.
Dengan beragam jenis dan variasi rasanya, martabak mampu memuaskan selera masyarakat Indonesia. Jadi, jangan ragu untuk mencoba berbagai jenis martabak yang ada di Indonesia dan menikmati kuliner khas nusantara ini. (Dani Zahra Anjaswari)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









