Akurat

Makanan Organik Vs Konvensional, Apa Bedanya?

Eko Krisyanto | 12 September 2023, 16:30 WIB
Makanan Organik Vs Konvensional, Apa Bedanya?

AKURAT.CO, Makanan adalah kebutuhan pokok yang tak terelakkan dalam kehidupan manusia. Setelah berkembangnya zaman, proses produksi, metode pertanian, dan praktik pengolahan makanan telah mengalami perkembangan yang signifikan selama bertahun-tahun.

Sebelum berkembangnya zaman, makanan yang dikonsumsi berasal alami tanpa adanya paparan dari pestisida, pupuk buatan atau obat tambahan, yang biasa dikenal dengan makanan organik.

Sebaliknya, makanan yang diproduksi dan dihasilkan dengan melibatkan penggunaan berbagai input seperti pestisida kimia, pupuk, dan lainnya disebut dengan makanan konvensional atau makanan non-organik.

Kedua jenis makanan itu adalah dua pilihan yang tersedia di pasaran makanan saat ini, dan pemahaman tentang perbedaan antara keduanya dapat membantu membuat pilihan lebih bijak untuk kesehatan.

Baca Juga: Konsumsi Makanan Organik Lebih Menyehatkan, Benar atau Hoax?

Apa Itu Makanan Organik?

Makanan organik adalah produk pertanian yang diproduksi tanpa menggunakan pestisida sintetis, pupuk kimia, antibiotik, hormon pertumbuhan, atau bahan tambahan sintetis lainnya. Proses pertumbuhannya bergantung pada metode organik, yang mengutamakan keberlanjutan dan perlindungan lingkungan. Beberapa karakteristik makanan organik meliputi:

  1. Tanpa pestisida sintesis: Makanan organik dibudidayakan tanpa penggunaan pestisida kimia sintesis yang dapat meninggalkan residu pada produk makanan.
  2. Hewan organik: Hewan-hewan yang menghasilkan produk organik, seperti susu dan daging, hewan-hewan tersebut diberi pakan organik yang tidak mengandung hormone pertumbuhan atau antibiotik.
  3. Tidak menggunakan bahan tambahan sintesis: makanan organik biasanya tidak mengandung bahan tambahan sintesis, seperti pewarna, perasa, atau pengawet.
  4. Penggunaan metode organik: metode pertanian organik menekankan pemeliharaan keberlanjutan tanah dan ekosistem alamiah.

Apa Itu Makanan Konvensional?

Makanan konvensional atau non-organik, adalah produk pertanian yang dihasilkan dengan menggunakan pestisida kimia, pupuk sintetis, antibiotik, hormon pertumbuhan, dan bahan tambahan makanan sintetis lainnya. Praktik pertanian konvensional sering kali lebih intensif dan dapat mencakup penggunaan berbagai produk kimia untuk meningkatkan hasil pertanian.

Perbedaan Antara Makanan Organik dan Konvensional

  1. Pestisida dan Bahan Kimia: Makanan organik diproduksi tanpa penggunaan pestisida kimia sintetis atau pupuk sintetis, sementara makanan konvensional biasanya mengandung residu pestisida dan bahan kimia.
  2. Antibiotik dan Hormon Pertumbuhan: Hewan-hewan yang menghasilkan produk organik tidak diberi antibiotik atau hormon pertumbuhan, sedangkan dalam pertanian konvensional, praktik tersebut lebih umum.
  3. Kualitas Nutrisi: Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa makanan organik dapat memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi, seperti antioksidan dan vitamin tertentu.
  4. Perlindungan Lingkungan: Pertanian organik mengutamakan praktik yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan sistem rotasi tanaman, pengendalian hama alami, dan pemeliharaan biodiversitas.
  5. Harga: Makanan organik sering kali lebih mahal daripada makanan konvensional karena biaya produksi yang lebih tinggi dan diperlukannya waktu yang lebih lama. (Ami Fatimatuz Zahro’)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.