Akurat

Makna Lagu Nothing Bruno Major: Cinta Sederhana yang Bongkar Mitos Romansa Populer

Idham Nur Indrajaya | 14 Agustus 2025, 17:09 WIB
Makna Lagu Nothing Bruno Major: Cinta Sederhana yang Bongkar Mitos Romansa Populer

AKURAT.CO Dalam dunia musik pop, romansa sering kali dibungkus dalam narasi megah: kencan di tempat glamor, liburan mewah, pesta penuh cahaya, atau momen dramatis di bawah langit berbintang. Namun, Bruno Major lewat lagu "Nothing" mengambil jalan sebaliknya. Ia justru merayakan kebahagiaan yang lahir dari momen biasa—memakai tracksuit, minum anggur merah, bermain Nintendo, menonton film yang sama berkali-kali, atau sekadar duduk berdua di apartemen.

Liriknya bukan sekadar gambaran aktivitas santai. Lagu ini adalah pernyataan: kebahagiaan sejati tidak diukur dari apa yang dilakukan, tetapi dari dengan siapa kita melakukannya. Dan di situlah kekuatan utama "Nothing"—membongkar mitos romansa spektakuler yang selama ini dihegemoni budaya pop.


Inti Pesan: “Nothing” Sebagai Segalanya

Refrain there’s nothing like doing nothing with you memuat paradoks manis. Kata nothing yang biasanya berarti “ketiadaan aktivitas” diubah maknanya menjadi “puncak kebahagiaan” ketika dilakukan bersama orang yang dicintai.

Bruno Major memposisikan “duduk diam berdua” sejajar, bahkan lebih berharga, dibanding aktivitas besar seperti dancing on tabletops (menari di atas meja) atau melihat bintang-bintang.

Di sini, lagu membangun dualisme makna:

  • Publik vs privat

  • Spektakel vs domestik

  • Menang vs kalah

  • Ambisi vs pasrah

  • Performa sosial vs keintiman personal

Dan dari setiap oposisi itu, "Nothing" memilih sisi yang lebih tenang, intim, dan low-key.


Denotasi, Konotasi, dan Mitos (Roland Barthes)

Jika dianalisis dengan kerangka Roland Barthes, seorang semiolog, tanda-tanda dalam lagu ini bergerak dari level denotasi ke konotasi, lalu membentuk mitos baru.

  1. Denotasi (makna literal dalam lirik):

    • Tracksuits, red wine, Nintendo, The Notebook, high-heels, apartment, roof.

  2. Konotasi (makna kultural yang melekat):

    • Tracksuits → simbol kenyamanan, anti-formalitas; kontras dengan high-heels yang mewakili glamor dan performa publik.

    • Red wine → romansa santai, kedewasaan, jauh dari euforia pesta klub.

    • Nintendo → nostalgia masa kecil, hiburan sederhana tanpa tekanan kompetisi.

    • The Notebook → simbol romansa filmis yang kemudian ditolak sang narator, menandakan penolakan terhadap standar romansa ala Hollywood.

    • Apartment/roof → ruang privat yang menggantikan spektakel kosmik; keintiman sehari-hari lebih berharga dari pemandangan bintang.

  3. Mitos (narasi budaya tingkat dua):

    • “Cinta sejati adalah cinta yang membuat kita nyaman, tanpa perlu pembuktian berlebihan.”

    • Grand gesture romansa dibongkar, diganti dengan keintiman hening: doing nothing sebagai bentuk cinta yang utuh.


Tipe Tanda Menurut Charles Xanders Peirce

Peirce membagi tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Lirik "Nothing" memanfaatkan semuanya:

  • Ikon: Nintendo, tracksuits—membentuk gambaran visual nyata di benak pendengar.

  • Indeks: “you’ll bite my lip”, “heap on the floor”—mengindikasikan kedekatan fisik dan afeksi yang alami. “shut all the windows / lock all the doors”—indeks perlindungan dari dunia luar.

  • Simbol: high-heels, dancing on tabletops, stars—simbol budaya hedonisme dan romansa kosmik yang kemudian disubversi.


Permainan Bahasa dan Ironi

Salah satu kekuatan lirik Bruno Major ada pada permainan diksi yang mengandung ironi dan keintiman personal:

  • “We’ll take off our phones / And we’ll turn off our shoes” → Pertukaran kata kerja yang disengaja (take off cocok untuk sepatu, turn off cocok untuk ponsel) menjadi tanda keakraban khas pasangan, sekaligus simbol mematikan “mode tampil” media sosial.

  • “You’ll watch the TV / While I’m watching you” → Membalik konsep male gaze sinematik: yang ditatap adalah kehadiran dan kebersamaan, bukan sekadar tubuh.

  • “I don’t mind losing to you” → Menghapus norma kompetisi maskulin; kalah kepada pasangan menjadi bentuk kasih.

  • “Dumb conversations” → Menggambarkan komunikasi fatis (sekadar untuk menjaga koneksi emosional, bukan bertukar informasi penting).

Repetisi frasa nothing / with you berfungsi sebagai penguat makna: semakin sering diulang, semakin jelas bahwa nilai utama ada pada with you, bukan nothing.


Tata Ruang: Rumah Sebagai Dunia Kecil

Kalimat shut all the windows / lock all the doors memvisualisasikan rumah sebagai ruang perlindungan. Menutup jendela dan pintu adalah metafora menutup dunia luar dan hanya menyisakan “kita” di dalam.

Di era di mana privasi sering terkikis, tindakan ini menjadi gestur politis kecil: cinta tidak harus dibagikan ke semua orang.


Waktu: Dari Kronos ke Kairos

Dalam lirik lose track of time atau menonton The Notebook “untuk ke-17 kali”, waktu kuantitatif (jam, menit) memudar. Yang hadir adalah kairos—kualitas momen yang dirasakan, bukan durasinya (kronos).

Pengulangan menonton film yang sama—meski disebut “bodoh”—justru menjadi ritual intim yang menguatkan ikatan.


Intertekstualitas: Mengakui Lalu Menolak

Bruno Major secara sadar menyebut The Notebook, novel yang diangkat menjadi film dan dibintangi oleh Ryan Gosling dan Rachel McAdams, lalu menyangkal adegan khas dalam film tersebut: “boat in the rain” dan “house … blue”.

Ini adalah strategi intertekstual yang menarik: ia mengakui narasi arketipal romansa populer, lalu memilih menolak dan menawarkan alternatif—atap apartemen menggantikan langit berbintang, kenyataan menggantikan fantasi film.


Tubuh, Afeksi, dan Keintiman Non-Performatif

Adegan seperti you’ll bite my lip hingga heap on the floor bukanlah erotika eksplisit, melainkan progresi alami dari obrolan santai menuju sentuhan fisik.

Semua digambarkan low-key, selaras dengan tema besar: keintiman yang tidak dipamerkan.


Identitas dan Kelas Rasa

Kombinasi red wine, Nintendo, dan apartment menyatukan simbol “dewasa santai”, “nostalgia playful”, dan “ruang urban”. Bukan kemewahan hotel bintang lima, melainkan rasa autentik yang lebih dekat dengan gaya hidup urban muda masa kini.


Kesimpulan: Romansa yang Membumi

"Nothing" adalah lagu yang berhasil merumuskan ulang makna cinta. Ia membongkar mitos bahwa cinta harus spektakuler, lalu membangun mitos baru: cinta paling dalam hadir dalam ketenangan, kebiasaan kecil, dan keintiman yang dibagi dua.

Di tengah budaya pamer dan always-on, "Nothing" terasa seperti napas segar—pengingat bahwa kadang, yang paling berarti adalah saat kita tidak melakukan apa-apa… bersama orang yang kita cintai.

Kalau kamu mencari lagu cinta yang hangat, jujur, dan bebas dari klise, "Nothing" dari Bruno Major pantas masuk playlist-mu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.