Akurat

Strategi Timothy Ronald Raup Popularitas dengan 'Game of Attention'

Naufal Lanten | 6 Agustus 2025, 16:18 WIB
Strategi Timothy Ronald Raup Popularitas dengan 'Game of Attention'

AKURAT.CO Timothy Ronald, seorang financial influencer muda, belakangan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Mulai dari TikTok, Instagram, hingga YouTube, wajah dan kata-katanya kerap menghiasi linimasa pengguna, bahkan menjadi FYP dan trending. Tapi, apa sebenarnya yang membuat Timothy bisa seviral itu? Jawabannya terletak pada konsep Game of Attention yang ia terapkan—sebuah strategi dari fenomena yang dikenal sebagai The Attention Economy.

???? Apa Itu Game of Attention?

"Game of Attention" merujuk pada cara individu atau brand bertarung untuk merebut perhatian publik di tengah derasnya arus informasi digital. Dalam ekonomi perhatian (attention economy), atensi adalah mata uang paling berharga. Siapa yang berhasil mengumpulkan atensi terbanyak, dialah yang punya kuasa untuk memengaruhi.

Timothy Ronald memahami ini dengan sangat baik. Ia tidak hanya membagikan tips keuangan atau motivasi, tapi juga menyisipkan kontroversi, opini tajam, dan gaya bicara yang "to the point"—semuanya dirancang untuk menimbulkan reaksi.

???? Mengapa Strategi Ini Efektif?

Strategi Timothy efektif karena:

  • Menggunakan clickbait dengan cerdas: judul video dan caption seringkali dibuat memancing rasa penasaran

  • Membangun persona yang kuat: Timothy tampil percaya diri, berani, dan berbeda

  • Memahami algoritma sosial media: konten dengan engagement tinggi (like, komentar, share) akan lebih sering muncul

  • Membuat orang tidak setuju: opini kontroversial justru meningkatkan diskusi dan jangkauan

???? Siapa Timothy Ronald?

Timothy Ronald adalah content creator di bidang finansial dan motivasi, dengan latar belakang yang relevan di dunia investasi dan bisnis. Namanya mulai dikenal publik sejak aktif membuat konten yang membahas kebiasaan keuangan anak muda, investasi pemula, hingga sindiran tajam terhadap gaya hidup boros generasi sekarang.

Ia semakin populer setelah beberapa videonya viral karena pernyataan-pernyataan yang dianggap "menyentil". Misalnya:

"Lo miskin karena lo gobl*k."

Kalimat seperti ini memicu banyak reaksi. Ada yang setuju, ada juga yang tidak terima. Tapi, di situlah letak permainannya: semakin tinggi reaksi, semakin besar atensi.

???? Inspirasi dari Barat: Andrew Tate vs Timothy Ronald

Banyak pengamat menyebut bahwa strategi Timothy Ronald memiliki kemiripan dengan Andrew Tate, mantan juara kickboxing asal Inggris yang menjadi salah satu figur paling kontroversial di media sosial global. Tate dikenal karena menyampaikan opini ekstrem tentang maskulinitas, kesuksesan finansial, dan kehidupan modern—dan justru karena itulah ia viral.

???? Persamaan:

  • Memanfaatkan kontroversi sebagai alat pemasaran pribadi

  • Menargetkan anak muda yang mencari arah dan inspirasi hidup

  • Mengandalkan potongan video pendek yang mudah disebar dan memicu debat

???? Perbedaan:

  • Andrew Tate cenderung menggunakan narasi hiper-maskulin dan provokatif secara ekstrem, sementara Timothy lebih membungkus pesannya dalam konteks edukatif dan finansial

  • Konten Timothy lebih relevan secara lokal dan kontekstual dengan audiens Indonesia

Bisa dibilang, Timothy menerapkan "versi lokal dan lebih halus" dari formula Andrew Tate. Keduanya sadar bahwa untuk viral di era ini, menjadi netral bukanlah pilihan.

Baca Juga: Timothy Ronald Anak Siapa? Inilah Ayahnya yang Jarang Terekspos Media

Baca Juga: Apa Agama Timothy Ronald? Ini Profil Lengkap Investor Muda Jadi Inspirasi!

???? Dampak The Attention Economy pada Personal Branding

The Attention Economy mengubah cara orang membangun personal branding. Jika dulu konten harus "aman" agar diterima semua pihak, kini kontroversi yang dikemas cerdas bisa jadi alat branding yang kuat.

Timothy memanfaatkan:

  • Polarisasi opini untuk membuat orang berdiskusi

  • Narasi yang relate dengan masalah sehari-hari

  • Konsistensi gaya komunikasi untuk membangun identitas

⚖️ Apakah Strategi Ini Etis?

Ini adalah pertanyaan yang sering muncul. Beberapa pihak menilai pendekatan seperti ini manipulatif atau terlalu agresif. Namun dalam dunia digital, selama tidak menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian, strategi menarik perhatian dianggap sah sebagai bentuk marketing pribadi.

✅ Kesimpulan: Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Timothy Ronald menunjukkan bahwa atensi adalah aset. Di era digital, siapa pun bisa membangun pengaruh asalkan paham cara bermain dalam game ini. Namun, penting juga untuk menyeimbangkan atensi dengan kredibilitas dan value nyata agar popularitas tidak hanya sesaat.

Kalau kamu tertarik dengan perkembangan seperti ini, pantau terus update selanjutnya di Akurat.co. 

Baca Juga: Cara Menghilangkan Mata Panda dengan Bahan Alami hingga Produk Viral yang Dipakai Beauty Influencer

Baca Juga: Timothy Ronald Sebut Ngegym Aktivitas Otak Kosong, Apa Sebenarnya Manfaat Olahraga untuk Kesehatan?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.