Ancaman Bom Guncang Eropa, Sejumlah Media Dievakuasi dan Puluhan Penerbangan Terganggu

AKURAT.CO Ancaman bom di Eropa meluas. Kali ini, sejumlah kantor media di Irlandia dan Bulgaria menerima pesan ancaman melalui email dari seseorang yang mengaku bernama Mikhail Andropov. Ancaman tersebut muncul di tengah gelombang teror bom palsu yang telah mengganggu puluhan penerbangan di berbagai negara Eropa sejak Selasa.
Pesan yang dikirim kepada stasiun televisi Bulgaria Nova TV dan lembaga penyiaran publik Irlandia RTE itu berjudul "Message to the West". Isinya menggambarkan ancaman tersebut sebagai awal dari serangkaian serangan terhadap berbagai moda transportasi di Eropa.
Situasi di Irlandia bahkan membuat RTE mengevakuasi kantor dan menghentikan sementara siarannya. Sementara itu, penyiar Inggris Sky juga melaporkan telah menerima ancaman keamanan.
Reuters belum dapat memastikan identitas pengirim, asal email, maupun apakah seluruh pesan tersebut berasal dari sumber yang sama dengan ancaman bom terhadap puluhan penerbangan sebelumnya.
Meski demikian, rangkaian ancaman ini semakin meningkatkan kekhawatiran pejabat Eropa mengenai kemungkinan adanya kampanye gangguan keamanan yang dikenal sebagai perang hibrida. Sejumlah pejabat menduga operasi tersebut berkaitan dengan Rusia, terutama karena menyasar negara-negara yang membantu Ukraina. Namun, Moskow membantah terlibat.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan Eropa tampaknya sedang menghadapi bentuk agresi hibrida sekaligus perang psikologis.
Puluhan Penerbangan Eropa Terganggu
Rangkaian ancaman bom palsu tersebut telah mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah negara. Pada Selasa, sekitar enam penerbangan mengalami gangguan dalam berbagai bentuk. Jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 20 penerbangan pada Kamis.
Beberapa pesawat bahkan terpaksa melakukan pendaratan di luar jadwal atau dikawal jet tempur hingga mencapai tujuan.
Pada Jumat, sebuah sumber otoritas bandara Italia mengatakan penerbangan Wizz Air dari Praha menuju Roma dialihkan ke Venesia. Meski demikian, secara keseluruhan gangguan langsung terhadap penerbangan pada hari itu lebih kecil dibandingkan hari sebelumnya.
Hungaria juga mengerahkan jet tempur untuk mengawal sejumlah pesawat yang melintasi wilayah udaranya. Pesawat dari Brussels menuju Sofia serta dari Praha menuju Bucharest dan Siprus termasuk yang mendapatkan pengawalan.
Menteri Pertahanan Hungaria Romulusz Ruszin-Szendi mengatakan NATO telah memerintahkan sejumlah patroli udara di kawasan tersebut. Pernyataan ini menjadi laporan pertama mengenai keterlibatan langsung aliansi pertahanan Barat dalam merespons rangkaian ancaman tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 7Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 8Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar







