Akurat Logo

Rusia-AS Bahas Kontrol Senjata Nuklir, Kremlin Sebut Negosiasi Sudah Terlambat

Fitra Iskandar | 29 September 2026, 10:40 WIB
Rusia-AS Bahas Kontrol Senjata Nuklir, Kremlin Sebut Negosiasi Sudah Terlambat
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov - Dailysabah

AKURAT.CO Kremlin menyebut negosiasi kontrol senjata antara Rusia dan Amerika Serikat sudah terlalu lama tertunda. Moskow menilai pembicaraan tersebut seharusnya kembali dimulai sesegera mungkin, tetapi prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu panjang karena persoalan yang dibahas sangat kompleks.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Senin, 28 September, bahwa Rusia dan AS perlu kembali membahas kontrol senjata melalui negosiasi yang melibatkan para ahli.

“Ini adalah persoalan yang sangat kompleks sehingga membutuhkan negosiasi yang sangat panjang dan dilakukan secara cermat oleh para ahli,” kata Peskov kepada wartawan.

Peskov bahkan mengatakan pembicaraan mengenai kontrol senjata Rusia-AS seharusnya sudah dimulai sejak “kemarin”. Pernyataan tersebut menunjukkan urgensi Moskow untuk kembali membuka jalur komunikasi mengenai persenjataan strategis dengan Washington.

Hubungan Rusia dan AS Masih Terkendala Perang Ukraina

Rusia dalam beberapa kesempatan menyatakan keinginannya untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat yang memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, upaya memperbaiki hubungan Rusia dan Amerika Serikat masih menghadapi hambatan besar, terutama akibat perbedaan sikap mengenai perang di Ukraina.

Konflik tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat hubungan Moskow dan Washington tetap tegang. Kondisi ini juga menyulitkan pembicaraan mengenai isu strategis, termasuk pengendalian senjata nuklir.

Bagi Rusia, dimulainya kembali pembicaraan kontrol senjata dapat menjadi salah satu jalur untuk menjaga komunikasi strategis dengan Amerika Serikat di tengah hubungan bilateral yang belum sepenuhnya pulih.

Trump Dorong Negosiasi Rusia, AS dan China

Peskov juga ditanya mengenai seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menggelar negosiasi kontrol senjata trilateral yang melibatkan Rusia, AS, dan China.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.