Iran Ancam Balas Serangan AS, Aset Energi Amerika di Teluk jadi Target

AKURAT.CO Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan baru terhadap aset Iran akan dibalas. Teheran bahkan menyebut infrastruktur energi di kawasan Teluk, termasuk fasilitas milik perusahaan minyak dan gas Amerika, berada dalam posisi rentan.
Peringatan tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada Senin, 7 September 2026, setelah Iran dan Amerika Serikat kembali terlibat dalam serangkaian serangan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut selama akhir pekan.
“Serang aset kami, maka kalian akan diserang,” kata Qalibaf.
Pernyataan itu muncul ketika harga minyak dunia melonjak mendekati level tertinggi dalam hampir enam pekan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi dari kawasan Teluk.
Iran Soroti Kerentanan Fasilitas Energi AS
Qalibaf, yang juga disebut sebagai salah satu negosiator utama Iran, menegaskan bahwa ancaman terhadap kepentingan Amerika Serikat tidak hanya berada di laut.
Menurutnya, rantai produksi minyak dan gas di kawasan Teluk tersebar luas dan relatif mudah dijangkau.
“Rantai produksi minyak dan gas di sini sangat luas, dapat diakses, dan terekspos. Perusahaan minyak dan gas Amerika di perairan ini serta fasilitasnya juga menghadapi kerentanan tersebut,” tulis Qalibaf melalui X.
Pernyataan tersebut tampaknya merupakan respons terhadap pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sebelumnya menggambarkan armada kapal tanker minyak Iran sebagai tidak mampu memberikan perlawanan.
Selat Hormuz Jadi Titik Panas
Ancaman terbaru Iran semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu pintu utama distribusi minyak dan gas dunia.
Sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari, Iran telah memperketat pembatasan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Pada Minggu, pejabat senior keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan Teheran dalam waktu dekat akan mengumumkan zona pembatasan baru di Teluk sekaligus memperkenalkan koridor pelayaran baru melalui Selat Hormuz.
Menurut Rezaei, zona tersebut akan dimulai dari lokasi yang disebut sebagai titik awal blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran dan mencakup sebagian wilayah Teluk.
Kapal yang memasuki zona tersebut disebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi Iran.
Iran: Hormuz Tak Akan Normal Jika AS Terus Menyerang
Rezaei menegaskan bahwa Iran hanya akan menjamin Selat Hormuz tetap terbuka jika Amerika Serikat menghentikan tindakan yang dianggap Teheran sebagai sabotase, ancaman, dan serangan terhadap Iran.
“Kami hanya akan berkomitmen menjaga Selat Hormuz tetap terbuka ketika mereka menghentikan sabotase, ancaman, dan serangan terhadap Iran,” kata Rezaei.
Jika pembatasan tersebut benar-benar diterapkan, dampaknya dapat melampaui konflik Iran dan Amerika Serikat.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global. Gangguan serius terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan biaya pengiriman sekaligus mendorong harga minyak dan gas dunia.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







