Akurat

Pentagon Tolak Rilis Video Utuh Serangan Militer AS di Karibia

Kumoro Damarjati | 17 Desember 2025, 09:19 WIB
Pentagon Tolak Rilis Video Utuh Serangan Militer AS di Karibia


AKURAT.CO Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan Pentagon tidak akan mempublikasikan rekaman video lengkap tanpa sensor dari serangan militer AS di kawasan Karibia. Serangan tersebut diduga menewaskan dua orang yang selamat dari operasi sebelumnya terhadap kapal penyelundup narkoba.

Pernyataan itu disampaikan Hegseth pada Selasa waktu setempat. Ia menjelaskan bahwa rekaman bersifat rahasia tingkat tinggi dan hanya akan diperlihatkan kepada anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR dan Senat AS dalam sesi tertutup pekan ini.

“Kami tentu tidak akan merilis video rahasia tingkat atas yang belum diedit kepada publik,” ujar Hegseth kepada wartawan usai pengarahan tertutup di Gedung Capitol.

Hegseth juga menyebut Laksamana Frank Mitch Bradley, pejabat militer yang memberi otorisasi serangan lanjutan pada 2 September lalu, dijadwalkan kembali memberikan penjelasan lanjutan kepada para legislator. Dalam pertemuan itu, anggota parlemen akan ditunjukkan rekaman video serangan yang diklasifikasikan.

Operasi Militer AS Terhadap Kapal Narkoba Terus Berlanjut

Di tengah kontroversi tersebut, militer Amerika Serikat mengakui kembali melakukan serangan mematikan. Pentagon pada Senin mengumumkan telah menghantam tiga kapal yang dituding terlibat penyelundupan narkoba di Samudra Pasifik bagian timur.

Dalam operasi tersebut, delapan orang dilaporkan tewas. Tiga korban berada di kapal pertama, dua di kapal kedua, dan tiga lainnya di kapal ketiga. Pentagon menyatakan kapal-kapal itu terkait dengan organisasi yang dikategorikan sebagai kelompok teroris, meski tidak menyertakan bukti independen selain video singkat yang memperlihatkan ledakan di tengah laut.

Serangkaian serangan terbaru ini menambah panjang daftar korban jiwa. Berdasarkan data pejabat AS, sedikitnya 95 orang tewas dalam 25 serangan terhadap kapal di perairan internasional Karibia dan Pasifik timur dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah AS Bela Operasi Militer

Pejabat keamanan nasional senior AS turun langsung ke Capitol Hill untuk membela kebijakan tersebut. Mereka membantah tudingan bahwa operasi ini melampaui batas hukum perang internasional.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan kampanye militer tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan narkoba dan pembongkaran jaringan kriminal internasional.

“Organisasi-organisasi ini mengancam keamanan warga Amerika, membunuh dan meracuni masyarakat kami,” kata Rubio kepada wartawan.

Trump Perintahkan Blokade Total Kapal Minyak Venezuela

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade penuh terhadap seluruh kapal tanker minyak yang terkena sanksi dan keluar masuk Venezuela. Trump menuduh pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menggunakan hasil penjualan minyak ilegal untuk membiayai kejahatan, terorisme, dan perdagangan manusia.

Sebagai bagian dari tekanan tersebut, Amerika Serikat mengerahkan kapal perang, menerbangkan jet tempur di sekitar wilayah udara Venezuela, serta menyita satu kapal tanker minyak. Pemerintah Venezuela mengecam langkah tersebut. Presiden Maduro menuding Washington berupaya menggulingkannya dari kekuasaan dan menyebut penyitaan kapal sebagai tindakan pembajakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.