Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal Balistik, 9 Tewas dan Puluhan Luka, Ukraina Desak Tambahan Sistem Patriot

AKURAT.CO Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Sabtu (1/8/2026), menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 28 lainnya, termasuk empat anak-anak. Rentetan rudal balistik dan serangan udara tersebut memicu kebakaran, menghancurkan bangunan permukiman, serta memperburuk krisis kemanusiaan di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Serangan terbaru ini terjadi ketika intensitas saling serang antara Rusia dan Ukraina terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Moskow memperluas serangan jarak jauhnya ke berbagai kota Ukraina, sementara Kyiv semakin gencar meminta dukungan sistem pertahanan udara dari negara-negara Barat.
Ledakan Beruntun Guncang Kyiv
Layanan Darurat Negara Ukraina melaporkan serangan menghantam sedikitnya lima wilayah di Kyiv. Selain menewaskan sembilan warga sipil, sebanyak 28 orang mengalami luka-luka, termasuk empat anak.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, sebelumnya memperingatkan warga melalui Telegram agar segera berlindung.
"Ledakan terjadi di kota. Kyiv sedang diserang rudal balistik. Tetap berada di tempat perlindungan," tulisnya.
Jurnalis AFP di lokasi melaporkan mendengar lebih dari sepuluh ledakan beruntun yang memicu alarm kendaraan di berbagai sudut kota.
Kawasan Permukiman Rusak Parah
Distrik Darnytsky menjadi wilayah yang paling terdampak. Otoritas setempat menyebut sedikitnya tujuh orang tewas dan 14 lainnya terluka setelah sejumlah bangunan dan kendaraan mengalami kerusakan berat.
Sementara itu, di distrik Solomiansky, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan delapan lainnya terluka. Sebuah gedung apartemen lima lantai mengalami kerusakan signifikan akibat hantaman serangan.
Seorang warga berusia 75 tahun, Kateryna Kravchenko, mengaku apartemennya hancur total.
"Semuanya hancur, jendelanya pecah, semuanya rusak. Saya bahkan hampir tidak bisa berdiri. Saya tidak tahu bagaimana harus melewati semua ini," ujarnya.
Warga lain bernama Oksana, 46 tahun, mengatakan dirinya berencana meninggalkan Kyiv.
"Tidak mungkin tetap tinggal setelah kejadian seperti ini. Tidak ada jaminan ini tidak akan terjadi lagi," katanya.
Lebih dari 100 Orang Berhasil Dievakuasi
Foto-foto yang dirilis Layanan Darurat Ukraina memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di bangunan permukiman yang terbakar, sementara tim penyelamat mencari korban di antara puing-puing menggunakan senter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








